Pendopo Saksi Bisu Perjuangan Kapolda Untuk Pendidikan

MATENG, FMS - Kepedulian Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) Brigjen Pol. Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si di dunia pendidikan begitu besar.     

Setelah berkunjung di kabupaten lain, Kapolda pertama Sulbar berpangkat satu bintang itu lagi lagi menyambangi Mamuju Tengah. Ia membahas upaya memberantas angka putus sekolah bersama pemerintah daerah otonomi baru itu. Bukan itu saja, perwira tinggi itu juga menyumbangkan seragam sekolah bagi 136 siswa yang dikembalikan ke sekolah.   

Pendopo rumah jabatan Bupati Mateng, menjadi saksi bisu kemuliaan Kapolda bersama Polres Mamuju AKBP Sonny Mahar Budi Aditiawan SH SIk, menyantuni anak putus sekolah, Sabtu (8/10/2016). Kelanjutan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) tahap III itu merupakan kolaborasi tiga dimensi perpaduan Pemkab Mateng, Kapolda dan Dinas Pendidikan Sulbar.   

Penyerahan seragam sekolah disaksikan Wakil Bupati Mateng H Muh Amin Jasa, Diknas Provinsi Sulbar, Kepala dinas Pendidikan Mateng Busdir, rombongan Bhayangkari, jajaran Kapolsek beserta orangtua siswa.  

Sebelum memberikan bantuan Lukman berinteraksi dengan para siswa. Ia berharap fase GKB dapat tertekan setiap tahun di daerah, jika bertambah program itu dinilai gagal. Ditegaskan bahwa mereka merupakan aset negara yang harus mendapatkan perhatian serius. "Mari kita berikan semangat pada mereka, karena mereka nantinya sebagai pemikir bangsa," pintanya ditengah kerumunan rombongan forkopimda se Mateng. 

Ia meminta jika nantinya masyarakat menemukan kasus anak putus sekolah agar didata dan dilaporkan. Mereka wajib didorong untuk bersekolah. "Jika perlu laporkan ke Polsek," pintanya. 

Kapolres Mamuju AKBP Sonny Maharbudi Adityawan menyebut, GKB merupakan program unggulan Polres Mamuju yang sudah tertular pada beberapa Polres di Sulbar. Awalnya GKB merupakan inisiatif salah seorang anggota Polsek Kalukku yang masih wilayah Polres Mamuju. Ketika itu pemerhati pendidikan tersebut hanya mendidik anak putus sekolah secara pribadi di wilayah Polsek Kalukku. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi pemerintah dan mendukung kelanjutan aksi melalui program GKB. 

Saat ini Pemerintah Provinsi Sulbar kemudian memberikan dukungan dan membangun kerjasama dengan Polda. Alhasil GKB umumnya disambut gembira pemerintah kabupaten. Sebab itu program tersebut tetap bersinergi dan tidak hanya mengembalikan anak ke sekolah, melainkan juga diberikan kelengkapan sekolah.

Kata Sonny, sementara ini tercatat 136 siswa yang dikembalikan ke sekolah di Mateng. Jumlah itu merupakan total anak dari Kecamatan Topoyo, Tobadak, Korossa, Budong Budong dan Sampaga. Untuk Mamuju dan Mamuju Tengah, sebanyak 560 anak yang telah direkrut untuk di kembalikan ke sekolah. Olehnya Polres Mamuju melibatkan BhabinKamtibmas melakukan pengawasan terhadap anak yang masuk kegiatan GKB. Jangan sampai mereka yang telah difasilitasi menyianyiakan kesempatan emas itu.  

Bagi mereka yang direkrut namun tidak menghargai program, akan diberikan sanksi. BhabinKamtibmas akan melakukan pengawasan dan penelitian penyebab anak itu tidak ke sekolah. "Jika anak bersangkutan bolos dia akan nginap di Polsek atau Polres, tetapi Kalau di larang sama orang tuanya, maka dia yang nginap di Polres atau Polsek," tegas mantan Kapolres Majene itu. 

Metode tersebut, menurut Sonny sengaja dilakukan agar anak bisa mengenal dunia pendidikan dengan baik dan nyaman. Setelah mereka berinteraksi secara penuh di lingkungan sekolah maka niat untuk kembali bersekolah akan muncul dengan sendirinya. 

Laporan : JAMAL TANNIEWA 

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item