Tangkap Peluang Bisnis, DT Kembangkan Perkebunan Sayur

MAMASA, FMS - Alam Mamasa yang subur dan sejuk menjadi faktor pendukung untuk pengembangan holtikultura. Peluang bisnis untuk peningkatkan kesejahteraan masyarakat itu coba dilkoni petani kreatif seperti, Demianus Tarra yang akrab disapa DT.

Untuk dapat meyakinkan masyarakat bahwa gagasannya mengembangkan holtikultura utamanya sayuran sangat menjanjikan dari segi bisnis, maka Ia memulai sendiri dengan membuat kebun penanaman bawang daun dan sejumlah sayuran lainnya sebagai percontohan bagi masyarakat.

Setelah Ia membuat kebun percontohan, kemudian membagikan bibit sayuran itu kepada 25 orang petani binaannya untuk dikembangkan sendiri. Bibit tanaman yang dibagikan berup bibit tanaman sayuran yang didatangkan langsung dari KSM Lemo-lemo Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Saya coba mengajak keluarga untuk serius bertani, karena hortikultura sangat berpotensi untuk
dikembangkan di Mamasa. Kami ajak masyarakat datang ke kebun percontohan sahabat petani untuk melihat bagaimana cara membuat bedengan, penanaman, pemupukan, penyiraman. Dan luar biasa, masyarakat merespon dengan baik," tuturnya.

Meski katnya, harus berutang ke bank untuk membiayai kebun percontohan dan membina petani, tetpi DT merasa apa yang dilakukan adalah sebuah investasi sosial bagi masyarakat. "Jika ada dua puluh warga serius bertani, maka hasilnya akan signifikan. Jika satu orang mengelola satu hektar maka akan ada 20 hektar sekali panen, dengan demikian maka hasil panen bisa langsung kita drop keluar daerah," jelasnya penuh semangat.

Dikatakan, apabila satu petani menggarap satu hektar kebun sayur dan dapat memberi hasil 40 ton
dengan harga Rp3.000 per kilo maka hasilnya Rp120 juta sekali panen. Asumsinya dalam setahun bisa panen tiga kali.

"Kalau ada 20 orang berarti bisa Rp2,4 miliar sekali panen dan jika ini berhasil maka petani bisa
membangun lembaga keuangan sendiri seperti yang sudah dilakukan KSM Lemo-lemo. Walaupun hitung-hitungan sangat menjanjikan tetapi tidak gampang karena petani harus memiliki kemauan tinggi. Harus ada perubahan mindset dan komitmen kuat untuk fokus mengerjakannya," katanya menutup pembicaraan.(kedi)

BERITA LAINNYA

MAMASA 8890962714468201352

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item