Bawang Merah Komoditi Menjanjikan di Baruga Dhua Majene

Lahan Komoditi Bawang Merah Kelompok Tani Rahmat
(foto: nugrah)
Majene, fokusmetrosulbar.com- Hasil panen bawang merah Kelompok Tani Rahmat kelurahan Baruga Dhua yang melimpah di tahun ini, mendapat apresiasi oleh Wakil Bupati Majene Lukman. Dari informasi yang diperoleh wartawan, sepanjang tahun 2016 lalu hingga awal tahun ini, Kelompok Tani Rahmat telah memanen 20 ton lebih bawang merah. Bahkan masih ada dua ton lagi yang belum dipanen.

Wakil Bupati Majene, Lukman, saat menghadiri panen raya kali ini, Kamis (2/2) mengatakan, Kelompok Tani Rahmat merupakan salah satu contoh kelompok tani yang ideal dan professional, hal itu dimaksudkan karna kelompok ini mampu menghasilkan hasil bumi yang melimpah serta turut serta mensejahterakan para petani yang ada dalam naunganya. Lukman juga mengatakan kekagumanya kepada Kelompok Tani Rahmat yang sukses menyulap gunung Tombang yang berada di ketinggian 270-300 Mdpl menjadi lahan pertanian yang produktif.

"Ada tiga tingkatan dalam istilah kelompok tani, yang pertama kelompok tani sejati, kemudian pedati dan ada yang merpati saya anggap Kelompok Tani Rahmat ini sudah menjadi kelompok sejati, yang bisa kita unggulakan," ucap Lukman saat acara syukuran panen raya bawang merah di lingkungan Sondong Baruga Dhua Majene.

Dikatakan lebih lanjut, kesuksesan Kelompok Tani Rahmat juga tidak lepas dari dukungan pemerintah baik daerah, provinsi mapun dari pusat.

Andi Rifai Mamba, Kepala Bidang di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, pada tahun 2016 lalu Kelompok Tani Rahmat mendapatkan bantuan luasan pertanian 7 hektar dan 4 ton bibit bawang merah. "Termasuk pupuk dan obat-obatan," katanya.

Sementara bantuan dari pemerintah provinsi Sulbar lanjut Rifai Mamba, berupa pembangunan bak air, springkel 172 buah, pompa air dan juga sarana pasca panen seperti gerobak terpal, keranjang dan pipa.

Andi Rifai juga menjelaskan keberhasilan petani bawang merah untuk saat ini sangat menjanjikan. Dengan harga jual Rp 20-21 ribu per kilogram dan hasil produksi 12 ton di setiap hektarnya, maka masing masing petani bisa mengantongi pendapatan Rp 40 juta.

Meski demikian, beberapa kendala masih dikeluhkan oleh Kelompok Tani Rahmat. Seperti yang diungkap Abdul Hakim, ketua Kelompok Tani Rahmat ini mengatakan, gangguan tersebut diantaranya ternak yang datang dari desa sebelah yaitu desa Adholang dan juga  ganguan hama yang menyerang hasil pertanian mereka setiap saat.

Selain bawang merah, Kelompok Tani Rahmat juga menanam beberapa komoditas lainya, diantaranya cabe, tomat dan berbagai sayuran. Untuk cabai tahun ini, juga menuai hasil dengan memanen sekitar 175 kg per minggu.

Turut hadir dalam acara syukuran tersebut, Staf Ahli Setda Majene,Kadis Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak,Camat Banggae Timur, Kabag Humas, Lurah, para petani dan tokoh masyarakat setempat. (hms_nugrah/har)

BERITA LAINNYA

MAJENE 9073626036981908535

Komentar Anda

emo-but-icon

item