Hatta Kainang: Paslon Lain Gugat Hasil Perolehan, Kita Juga Laporkan Money Politics

Mamuju, fokusmetrosulbar.com- Meski hari pencoblosan telah digelar pada Rabu (15/2) lalu, namun tahapan Pilkada Sulawesi Barat belum selesai. Saat ini pihak penyelenggara Pilkada tengah melakukan rekapitulasi perolehan suara secara manual berjenjang untuk memastikan hasil final pesta demokrasi lima tahunan di Provinsi ke 33 RI.

Selain menuntaskan rekapitulasi suara, sejumlah persoalan pun masih menjadi PR para stakeholder Pilkada. Salah satunya adalah masalah pelanggaran Pilkada. Sebut saja money politics yang hingga kini masih dalam proses penyelesaian hukum.

Menyoal hal ini, Tim Kuasa Hukum pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Ali Baal Masdar-Enny Anggraeni Anwar angkat bicara. Ketua Tim Kuasa Hukum Paslon nomor 3 Hatta Kainang, meyakini, bahwa praktek money politics di Pilkada Sulbar berlangsung secara terstruktur, sistematis dan massitlf. Hal tersebut diungkap Hatta dalam jumpa pers terkait pelanggaran Pilkada Sulbar, Minggu (19/2) di Mamuju.

Pada kesempatan itu, Hatta Kainang, menuturkan, adanya indikasi money politics di beberapa daerah di Sulbar terjadi pada masa-masa tenang. Hal ini mengindikasikan pelanggaran pidana tersebut sengaja didesain.

"Sekitar 50 persen kejadian saat memasuki minggu tenang, dan itu dilakukan mulai dari tingkatan atas sampai ke bawah," terang Kainang.

Di hadapan sejumlah awak media, Hatta menegaskan, praktek money politics adalah parasit demokrasi yang sangat mengganggu pergerakan politik di Sulbar, maka menurutnya hal tersebut harus diproses secara tegas agar menjadi pembelajaran dan evaluasi di kemudian hari.

Konfrensi Pers Tim Kuasa Hukum Paslon Ali Baal Masdar-Enny Anggraeni ini, dilaksanakan di warkop Hero Jalan Jend Sudirman kota Mamuju. Dalam pernyataan, sejumlah anggota Tim Kuasa yang hadir menegaskan dirinya akan mempersiapkan diri melakukan gugutan, bila calon lain membawa persoalan Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Bila paslon nomor urut 1 misalnya menggugat atas hasil perolehan suara di Mahkamah Konstitusi, maka kita juga akan menggungat balik dan melaporkan di Bawaslu terkait temuan money politics yang dilakukan di sejumlah daerah," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Koalisi ABM-Enny, Maju Malaqbi, Masran Jaya mengaku, sangat mengaspresiasi kerja keras pihak penyelenggara Pilkada Sulbar. Jaya mengatakan, KPU, Bawaslu dan Aparat Keamanan telah bekerja maksimal sehingga proses
Pilkada Sulbar berjalan tanpa rintangan berarti.

"Saya meminta semua Tim Koalisi Maju Malaqbi untuk tenang dan berdoa. Kita menunggu tahapan Pilkada, tunggu hasil final dari KPU," terangnya.

Turut hadir pada acara ini, Ketua Partai Gerindra Mamuju Hadri Ali, politisi Gerindra lainnya Muhammad Reza, serta kader PDI Ado Masud. (awl/har).

BERITA LAINNYA

MAMUJU 871840785095277270

Komentar Anda

emo-but-icon

item