Rutan Majene Target Zero Narkoba dan Handphone

Wakil Bupati Majene Lukman saat memantau kegiatan
tes urine di Rutan Majene (foto: Humas/ Pemkab. Majene)
Majene, fokusmetrosulbar.com- Sebanyak 60 orang warga binaan di rumah tahanan (rutan) Kelas II B Majene menjalani tes urine narkoba, Kamis (9/2).Tes urine tersebut, merupakan salah satu pembinaan sekaligus evaluasi sejauh mana dampak pembinaan bagi warga rutan.

Kepala Rutan Majene, I Wayan Nurastra Wijaya mengatakan, dari 60 warga binaan yang menjalani tes, sebanyak 21 orang diantaranya merupakan kasus narkoba. Ke-21 orang tersebut akan diberikan pembinaan khusus, semisal seminar penyuluhan narkoba dan lainya.

Ia menargetkan, seluruh warga binaan bersih dari narkoba atau zero narkoba, termasuk para perangkat di rutan Majene.

"Saya harap hasil tes pada hari ini,seluruh warga binaan bersih narkoba, bahkan pengguna narkoba yang menjadi warga binaan berangsur-angsur pulih dan bersih," katanya.

Selain itu, rutan Majene juga manargetkan zero handpone. Dalam hal ini, sesuai aturan yang berlaku handphone atau telpon seluler merupakan salah satu benda telekomunikasi yang dilarang dibawa warga binaan.

Meski demikian, warga binaan tetap memiliki hak untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Solusinya, pihak rutan telah menyediakan rental handpone dengan pulsa bagi warga binaan, namun hal ini dianggap tidak efektif dan memungkinkan adanya kerjasama dengan oknum pegawai rutan yang bisa memicu isu negatif dan ketidak percayaan di masyarakat.

Untuk itu, I Wayan berharap agar kedepan, rutan Majene bisa bekerjasama dengan pihak provider telekomunikasi seperti telkom. Kerjasama tersebut berupa pembangunan terminal telekomunikasi umum diarea rutan yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga binaan.

Sementara itu wakil bupati Majene Lukman, yang turut memantau kegiatan tes urine ini mengatakan, faktor lingkungan merupakan salah satu hal utama yang melatarbelakangi tindakan negatif yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga masyarakat dan pada akhirnya berurusan dengan masalah hukum.

"Kita ingin membangun lingkungan yang steril dari pengaruh-pengaruh negatif di masyarakat, karna ini yang merusak mental dan sikap, saya yakin tindakan tidak terpuji yang dilakukan sebelumnya semata-mata karena pengaruh buruk lingkungan,"jelasnya.

Lukman berharap, setelah warga binaan menjalani pembinaan di rutan agar kembali ke masyarakat, hidup berdampingan dan mendukung program pemerintah daerah. (hms/har)

BERITA LAINNYA

MAJENE 3370971481589060524

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item