Soal Uang "Serangan Fajar" Ini Pengakuan Mengejutkan Warga Malunda

Foto Ilustrasi (sumber: inet)
Majene, fokusmetrosulbar.com- Tim Polsek dan Panwascam Malunda telah menangkap tiga orang terduga tindak pidana money politik, Minggu malam (12/2) di lingkungan Talallere Kelurahan Lamungan Batu Kecamatan Malunda Majene.

Baca Panwaslu Majene Sita Rp.12, 55 Juta Dari Tangan Tiga Warga Malunda

Ketiga warga tersebut kedapatan membawa uang, diduga untuk "Serangan Fajar" demi memuluskan salah satu paslon gubernur Sulawesi Barat. Saat ini, ketiganya sedang berada di Kantor Panwaslu Majene untuk dimintai keterangan.

Komisioner Panwaslu Majene, Indriana Mustafa mengatakan, belum ada kesimpulan soal sumber dana yang diperoleh dari ketiga terduga. Pihak Panwaslih masih mendalami kasus itu dengan memeriksa sejumlah saksi.

"Kami belum bisa memastikan apakah mereka terkait dengan calon tertentu atau bagaimna, nanti setelah pemeriksaan saksi ya," kata Indriana, kepada wartawan, Senin (13/2) siang ini.

SL Mengaku Dana Rp.12, 55 Juta Adalah Uang Pribadinya.

Pada kasus dugaan pidana money politic ini, tiga terduga telah tertangkap tangan bawa uang. Masing-masing yakni SL atau SN yang membawa Rp.12,55 juta, RM dan AS yang tertangkap dengan mengantongi selembar uang pecahan Rp.100 ribu dan Rp.50 ribu, diduga pemberian SL.

Ketika dimintai keterangan di Kantor Panwaslu Majene, SL justru mengelak membagi-bagikan uang "serangan fajar". Bahkan secara mengejutkan SL mengaku uang tersebut adalah mahar untuk pernikahan putrinya. Kepada wartawan, SL menuturkan, uang sebesar Rp. 12,55 Juta yang dibawanya Minggu malam (12/2) itu adalah dana rencana belanja pernikaha anak gadisnya yang rencananya akan melangsungkan pernikahan akhir bulan ini.

"Kan anak saya mau menikah, jadi saya bawa uang itu, rencananya mau bayar sapi untuk pesta," kata SL kepada wartawan.

Dikatakan, dirinya hendak membayar seekor Sapi yang dibeli dengan harga Rp. 6 Juta. Sayangnya, Polisi dan Panwascam justru telah mengamankan tasnya yang berisi uang tersebut.

"Saya tidak pernah bagi-bagi uang, mana ada itu. Saya tidak bawa stiker dan apapun," terangnya.

Lelaki SL (48) ini memang mengakui, bahwa ia mendukung salah satu paslon, tetapi tidak pernah menerima uangnya untuk dibagi-bagi.

"Kalau mendukung iya, saya dukung calon nomor 2 tapi saya tidak pernah bagi-bagi uang," ucapnya. (har)

BERITA LAINNYA

MAJENE 5166714918816463772

Komentar Anda

emo-but-icon

item