Jembatan Ambruk, Murid SD di Mamasa Terpaksa Pilih Jalan Ini

Mamasa, fokusmetrosulbar.com- Hujan deras yang mengguyur Mamasa beberapa hari terakhir mengakibatkan ambruknya jalan beton sepanjang 30 meter lebih di Dusun Kendenan, Desa Rambusaratu. Jalan tersebut merupakan akses yang menghubungkan dua desa yakni Desa Rambusaratu dan Desa Tondok Bakaru, sehingga dengan putusnya akses jalan tersebut masyarakat kedua desa terpaksa membangun jembatan darurat dari bambu.

Bukan cuma masyarakat, jalan itu juga merupakan jalur yang dilalui siswa SD 005 Rantebuda. Akibat kondisi tersebut, siswa SD tersebut terpaksa memutar jalur melalui pematang sawah milik masyarakat sekitar. Dari hasil pantau wartawan, jembatan darurat yang dibuat masyarakat sebenarnya dapat saja dilalui murid SD, namun dengan kondisi jembatan yang hanya terdiri dari dua potong batang bambu ditakutkan akan mereka dapat terjatuh dan akan berakibat fatal. Kendati demikian ada saja murid SD yang berani melewati jalan tersebut.

Rudi, siswa kelas enam mengatakan, sebenarnya dirinya juga takut melewati jembatan yang terbuat dari bambu itu. Lntaran tidak ada jalan lain selain memutar melintasi pematang sawah warga yang jaraknya lebih jauh maka ia pun mencoba memberanikan diri. "Saya takut lewat di sini tapi dari pada terlambat sampai sekolah, terpaksa saya lewat jembatan," kata Rudi, Jumat (25/3)

Semntara Ribka, guru SDN 005 Rantebuda menuturkan jalan tersebut ambruk sejak beberapa hari yang lalu, namun hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah setempat maupun instansi terkait. "Saya berharap agar pemerintah dan Dinas terkait membenahi jalan tersebut sebelum menelan korban," harapnya. (klp/har)

BERITA LAINNYA

MAMASA 9121469710849529768

Komentar Anda

emo-but-icon

item