Kerja Sampingan, Pasutri Lansia Mampu Hasilkan Rp. 90 Ribu Sehari

Mamuju Tengah, fokusmetrosulbar.com -- Meski fisiknya uzur karena sudah lanjut usia, pasangan suami istri (Pasutri) Pannu (65), dan Hj.Balahan (60), masih mampu menghidupi dirinya.

Warga Desa Topoyo Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah itu, memiliki keterampilan unik. Setiap hari keduanya memanfaatkan waktunya membuat perangkap tikus dari jaring kawat. Lumayan, jika ditekuni Ia dapat menyelesaikan selusin setiap hari.

Bahan yang digunakan sangat sederhana. Yang disiapkan hanya kawat, jaring, per, paku dan potongan papan. Menurut Balahan, kawat dan jaring mudah didapatkan di toko banguan. Begitu juga papan untuk lantai perangkap tidak menyulitkan mereka karena banyak terjual. Kadang juga Ia menggunakan papan bekas.

Sedangkan per untuk penarik penutup perangkap dibuat sendiri. Kawat baja yang digunakan diambil dari ban bekas. Setelah daging ban diiris kawat ditarik. Lalu digulung menggunakan alat manual hingga berbentuk spiral.

Perangkap tikus yang di buat, katanya dijemput pelanggan di rumah. Kemudian di drop ke pasar Topoyo, Karossa, Mamuju hingga Polman. Harga borongan yang diberikan ke pelanggan hanya Rp.90 ribu selusin. "Mereka mau ecer juga makanya kita kasi Rp90 ribuji satu lusin. Biar untung sedikit asal ada tambahan penghasilan, daripada kami cuma duduk saja," tutur wanita paruh baya itu.

Walaupun murah pasutri lansia yang tak dikaruniai anak itu mengaku senang dengan pekerjaannya. Mereka menjalani aktivitas itu tanpa mengeluh. Bahkan diakui membuat perangkap tikus sudah 20 tahun dilakoni. "Dua puluh tahunmi lebih saya di Topoyo hanya bikin beginian (perangkap tikus,red) bahkan sejak di Polmas (Polman, red) kukerja memangmi ini," tutup Hj Balahan. (jml/riz)

BERITA LAINNYA

MATENG 4862268457805620642

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item