Keterbatasan Komputer Jadi Kendala Pelaksanaan UNBK

Polewali Mandar, fokusmetrosulbr.com- Pelaksanaan UNBK tingkat SMA mulai digelar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Seperti di SMAN 2 Polewali yang berlangsung Senin (10/4) pagi. Ratusan siswa mengikuti UNBK di sekolah tersebut. Meskipun baru pertama kali menggelar UNBK, namun pihak sekolah yakin siswanya dapat menyelesaikan soal ujian dengan baik.

Kepala sekolah SMAN 2 Muhammad Hatta mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 278 siswa, terdiri dari 121 siswa laki-laki dan 157 perempuan. Mereka kemudian dibagi dalam tiga ruang, setiap ruang diisi 31 siswa. Karena sarana komputer terbatas, pihak sekolah kemudian membagi dalam tiga sesi.

Hatta juga mengakui yang menjadi kendala di SMAN 2 Polewali dalam pelaksanaan UNBK ini, adalah kurangnya sarana komputer. Jumlah komputer yang ada disekolahnya hanya berjumlah 20 unit. Untuk memenuhi kekurangan tersebut, pihak sekolah meminta kepada siswa untuk membawa masing-masing laptop.
"Sebagian siswa bawa laptop sendiri," katanya.

Sementara itu pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Polewali juga berjalan lancar. Kepala Sekolah, Faizal, juga menyampaikan bahwa, sejauh pelaksanaan UNBK secara tekhnis dari jaringan dan listrik semua berjalan lancar. Namun yang menjadi kendala adalah kurangnya sarana komputer. Pihak sekolahpun mensiasati dengan cara meminjam kepada siswa dan guru.

"Disekolah kami, hanya ada kurang lebih 80 unit komputer pak. Jumlah ini masih kurang dari jumlah peserta UNBK" ujar Faizal.

Jumlah peserta yang mengikuti UNBK di SMAN 1 Polewali sebnayak 377 siswa. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu. Pihak sekolah juga membagi ujian dalam tiga sesi.

Sekolah SLB Juga Gelar Ujian Nasional


Pelaksanaan ujian nasional juga digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Polewali, namun hanya diikuti oleh tiga orang siswa, yakni Ibnu Hajar, Ilham dan  Samsul Bahri. Ketiganya merupakan penderita tuna rungu. Jumlah ini bertambah satu orang dibanding tahun lalu yang hanya diikuti oleh dua orang siswa.

Tampak dalam ruang ujian, ketiga siswa didampingi oleh dua orang pengawas ujian. Sesekali pengawas tersebut memberikan pengarahan kepada ketiga pelajar berkebutuhan khusus tersebut. Pengawas berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat, sementara peserta ujian yang kesulitan menyelesaikan soal beberapa kali meminta bantuan kepada pengawas jika ada soal yang kurang dipahami.

Ketua panitia ujian Haniah mengatakan, pelaksanaan ujian di SLB agak berbeda dengan tahun lalu. Seperti soal ujian yang di ambil di Mapolres Polman dan harus didampingi oleh aparat dari kepolisian. Berbeda dengan tahun lalu, waktu pelaksanaa ujian tahun lalu dimulai pukul 08:00 Wita sedangkan tahun ini dimulai  pukul 10:00 Wita, hal tersebut sesuai dengan petunjuk teknis dari pusat.

"Mungkin setelah di ambil oleh oleh provinsi jadi ada perubahan," tutur Namiah.

Pelaksanaan ujian di SLB juga dijaga oleh aparat kepolisian setempat. Ujian akan berlangsung selama tiga hari. Untuk hari pertama mata pelajaran adalah Bahasa Indonesia, kemudian hari kedua Matematika, dan hari terakhir Bahasa Inggris. (ant/har)

BERITA LAINNYA

#NASIONAL 9133942033389537290

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item