KKMU Kecam Pemukulan Aktivis Mahasiswa oleh Oknum Polisi Majene

Harbin Umar (foto: ist/dok.fms)
Majene, fokusmetrosulbar.com- Kerukunan Keluarga Mahasiswa Ulumanda (KKMU) Kota Makassar turut mengecam tindakan oknum Anggota Polres Majene atas pemukulan yang dilakukan terhadap Aldi, Aktivis Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Cabang Majene.

Ketua Umum KKMU Kota Makassar, Haidir Ali mengatakan, tindakan tersebut telah mencoreng wajah Polri dan menjadi pereseden buruk atas kepemimpinan Kapolda Sulbar, Nandang MH.

"Tindakan  premanisme itu mencoreng nama Polri, karena itu Kapolda harus bertanggung jawab dan melakukan evaluasi kepada para anggotanya," kata Haidir, Sabtu malam (15/4).

Hal sama dikemukakan Mantan Sekjend DPP IPPMIMM Majene yang juga pembina KKMU, Harbin Umar.

"Polisi itu adalah pelindung dan pengayom, semestinya masyarakat merasa aman dan terlindungi bila bertemu polisi, tapi peristiwa ini akan menghadirkan stigma negatif polisi bukan lagi sebagai pengayom," imbuh mahasiswa Uversitas Indonesia Timur (UIT) Makassar ini.

Kepada fokusmetrosulbar.com, Harbin berharap agar dilakukan proses hukum yang adil dan benar terhadap para pelaku kekerasan tersebut. "Kalau tidak bisa diadili dan seret ke ranah hukum, lebih baik Kapoldanya yang dicopot, karena negara ini negara hukum. Tidak boleh ada yang kebal hukum di Republik ini," tegas Aktivis HMI Cabang Makassar ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aldi, telah mendapat pukulan dari oknum Anggota Polres Majene, pada Jum'at (14/4) dini hari sekitar pukul 1.00 Wita. Atas pukulan itu, kader FPPI Majene asal Kecamatan Ulumanda itu mengalami luka lebam di bagian pipi sebelah kanan. Hasil visum dokter menunjukkan luka lebam menyebabkan pipi kanan Aldi membengkak 4 cm dengan panjang luka 6 cm. (har)

Baca berita terkait Kader FPPI Resmi Laporkan Oknum Anggota Polres Majene

BERITA LAINNYA

MAJENE 2276127921780584304

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item