Sikecil Diketahui Mengidap Penyakit Sejak Usia Satu Minggu, Semoga Ada yang Berbaik Hati Untuknya !


Polewali Mandar, fokusmetrosulbar.com- Seorang bayi perempuan di Pulau Tangnga (Salama), Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Polman menderita penyakit penimbunan cairan di kepala (Hydrocypalus). Haisa (3 bulan) ini adalah buah hati pasangan Sahar dan Nursia. Haisa telah mengidap penyakit pembengkakan kepala sejak usia seminggu usai dilahirkan.

Kepada wartawan, Selasa (11/4), Nursia, ibu sang bayi menuturkan, saat akan melahirkan, bayi Haisa diketahui prematur sehingga ke harus disesar di RSUD Polman saat itu. Dengan menggunakan kartu layaan BPJS, persalainannya pun berjalan lewat operasi. Bayinya harus menjalani perawatan di mesin inkubator.


Sejak menjalani perawatan itulah, perawat dan dokter mengetahui jika bayinya mengalami penyakit hydrocepalus. Dokter telah meyarankan untuk segera di rujuk ke Makassar, namun kedua orang tuanya tidak mau jika anaknya dirujuk dengan alasan tidak mempunyai biaya kebutuhan hidup.

"Kami sendiri yang meminta keluar dari RSUD. Mungkin kalau biaya pengobatan anak saya masih di tanggung oleh BPJS, tapi untuk biaya hidup kami selama di Makassar tidak punya," tutur kedua orang tuanya Haisa.

Bayi Haisa merupakan anak ke empat dari pasangan Sahar dan Nursia. Warga ini tinggal di Pulau Tangnga (Salama). Kedua orang tuanya tergolong keluarga kurang mampu. Suami hanya seorang nelayan tradisional, sementara istrinya hanya ibu rumah tangga biasa. Mereka tinggal di sebuah rumah yang berukuran 4x5 meter yang berdiri diatas lahan milik orang lain. Sebagian didinding rumahnya terbuat dari koran bekas dan terpal.

Menurut pengakuan ibunya, saat masa kehamilannya, ia tak merasakan kelainan. Ia juga rutin memeriksakan kondisi kehamilannya ke Posyandu. Namun, sejak kelahiran putrinya itu, ia sudah tidak pernah lagi memeriksakan kesehatan bayinya sejak keluar dari RSUD. Ia hanya memeriksakan kesehatan anaknya kepada Bidan yang berkunjung kerumahnya.

Tampak Rumah Nursia, di sinilah balita Haisa tinggal

"Sering ji bidan datang periksa Pak" kata Nursia.

Kedua orang tua Haisa pun berharap, ada bantuan dari pemerintah ataupun dermawan yang sudi membantu demi kesembuhan anaknya.

"Kalau anak kami dirujuk ke Makassar, pastinya kami juga butuh biaya hidup selama di sana. Itu mi yang kami tidak punya. Kalau ada bantuan, kami siap dirujuk ke Makassar," urai Sahar. (ant/har).

BERITA LAINNYA

POLMAN 6248075610782761874

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item