Penyuluh Distanak Sulbar Sebut 70 Hektar Sawah Diserang Hama Tikus

Penyuluh Distanak Sulbar dan sejumlah petani yang turun cegah hama tikus (Foto: Asrianto/Fms)
Polewali Mandar, fokusmetrosulbar.com-- Menindak lanjuti serangan hama tikus di Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali Polman, Dinas Pertanian Provinsi Sulbar langsung melakukan upaya pengendalian hama tikus.

Berita terkait: Hama Tikus Serang Serang Sawah Petani, Ini Tanggapan Kecut Distanak Polman

Petugas Distanak Sulbar dan Penyuluh dari BPP turun ke lapangan, Rabu (5/7). Mereka melakukan cara menaruh umpan beracun di setiap lubang tikus yang berada di sekitar persawahan.

"Jenis racun yang digunakan adalah Rodentisida Burrow, jenis racun anti koagulan berbentuk umpan padatan segi empat berwarna hijau," kata Jonatan, petugas UPTD Balai Pertanian Sulbar.

Jonatan menjelaskan, dengan melakukan pemasangan umpan beracun pada areal persawahan, upaya ini dinilai efektif untuk menekan populasi tikus.

"Cara ini telah kami lakukan percobaan di beberapa tempat dan hasilnya efektif," aku Jonatan.

Dikatakan, kondisi di derah Kecamatan Matakali memang daerah endemik tikus. Dia menyebut serangan tikus seperti itu, muncul setiap tahun di musim tanam karena kondisi alam. Ia memperkirakan, luas lahan yang rusak diserang hama tikus sekitar 70 hektar.

Soal penyuluhan ke petani, Petugas sedianya melakukan penyuluhan dari awal, pada bulan Maret lalu. Tapi kata dia, hal itu agak molor karena petani menanam di bulan April.

Faktor lain kata dia, hama tikus juga disebabkan oleh tidak adanya masa tanam serentak para petani. Sebab itu, kedepannya, penyuluh berharap agar petani bisa koordiansi dengan pemerintah desa, dan pengurus pengairan agar sistem penanaman bisa serempak bisa dilakukan.

"Ini karena adanya tikus kiriman dari desa tetangga yakni desa Tumpiling. Karena di sana sudah olah tanah," kata Jonatan.

Sementara, Fadli, petani penggarap di Dusun Labasang  mengatakan, serangan hama tikus sudah sering terjadi. Bahkan berbagai cara telah dilakukan petani untuk mengantisipasi serangan hama tikis ini, namun upaya tersebut tidak berhasil.

"Biar diracun atau di asapi pakai belerang, tetap ada pak," tutur Fadli.

Akibat serangan tikus ini, ia juga terkena imbasnya. Sawah yang ia garap seluas satu hektar juga terancam gagal panen. (ant/har).

BERITA LAINNYA

POLMAN 8423461997254585933

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item