Diduga Tak Kantongi Amdal, Proyek Ini Dihentikan Warga

Polewali, fokusmetrosulbar.com--Kepala Kelurahan (Lurah) Polewali, Stephanus, mengaku kesal. Pasalnya, sebuah alat berat tiba-tiba bekerja di Pantai Bahari, Rabu (2/8) lalu. Alat berat tersebut mengerjakan sebuah proyek yang tidak jelas. Exacavator itu bekerja memindahkan batu berukuran besar (batu gajah) kemudian disusun rapi memanjang di bibir pantai Bahari. Karena proyek tersebut tidak jelas, Lurah Polewali terpaksa menghentikan pekerjaan itu.

"Tidak tahu siapa kontraktornya, makanya saya suruh hentikan," ungkap Stephanus, Minggu (6/8).

Dia mengatakan, proyek tersebut juga ditolak oleh beberapa warga sekitar. Dikatakan, proyek yang diduga untuk pemecah ombak itu tidak jelas pelaksananya dan diduga tidak mengantongi surat hasil analisis dampak lingkungan (Amdal).

Salah seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi tersebut, Ir. Mustakim, juga mengaku keberatan. Ia mengatakan, penimbunan itu merusak nilai estetika pantai. "Sebab merusak pandangan mata dengan tumpukan batu yang besar," katanya.

Mustakim menyarankan, jika memang ingin membangun tanggul pemecah ombak, baiknya di wilayah pasar baru, sebab ombak di wilayah itu memang selalu tinggi dan besar.

"Sudah lebih dari 50 tahun saya tinggal di sini, belum pernah ada kerusakan tanggul yang ditimbulkan ombak. Saya tidak setuju pak," katanya tegas.

Hingga kini, batu berukuran besar tersebut masih berada di pantai Bahari. Warga  menghimbau kepada pelaksana poryek agar membersihkan sisa timbunan, sebab merusak pandamgan mata dan membuat pengunjung yang ingin mandi atau yang ingin menikmati keindahan pantai Bahari terganggu.

"Masa ditinggal saja ini timbunannya, harusnya di bersihkan kembali," kesal Mustakim.

Hingga berita ini dirilis belum ada konfirmasi atau belum diketahui siapa pelaksana proyek tersebut. (ant/har)

BERITA LAINNYA

POLMAN 3545162713401729709

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item