Srius Penanganan Disabitas Mental, Dinsos Mamasa Harap Ada RS Khusus di Sulbar


Mamasa, fokusmetrosulbar.com-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, terus bekerja keras untuk penanganan penderita Disabilitas Mental (DM).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Mamasa Imanuel menuturkan, tim Kementrian Kesehatan (Kemenkes) memberikan pengarahan tentang mekanisme penanganan penderita DM tersebut.

Tim itu memberi petunjuk agar Dinsos lakukan kunjungan ke Kecamatan Mamasa, Kecamatan Sespa dan Kecamatan Tawalian untuk melihat langsung keadaan penderita DM.

Ia menjelaskan, tim kemenkes akan mengsosialisasikan pencegahan dini gangguan mental agar masyarakat terhindar dari gangguan jiwa.

"Kita akan serahkan data gangguan jiwa, agar pihak Kemenkes berkoordinasi dengan Kemensos untuk membangun rumah sakit khusus penderita DM di Sulbar," kata Imanuel, Selasa (15/8).

Khusus di wilayah Kecamatan Mamasa sambung Imanuel, terdapat kurang lebih 200 orang penderita DM dan sebagian sedang menjalani pengobatan."Dinkes Mamasa sudah menyediakan obat bagi penderita DM di setiap Puskesmas," ujarnya.

Ia mengatakan, pendataan bagi warga penderiat DM masih menghadapi sejumlah masalah. Sebab, sebagian keluarga penderita DM, masih menutup-nutupi jika ada anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. "Bahkan ada yang tidak mengijinkan petugas kesehatan dan sosial berkomunikasi dengan penderita DM, sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa," ungkapnya.

Imanuel menghimbau, bagi keluarga penderita DM harus lebih terbuka, agar petugas kesehatan memberi tindakan pengobatan bagi penderita mereka.

"Intinya, sebagian keluarga penderita DM, merasa malu sehingga menutup-nutupi," ucapnya.

Sementara itu, tim dari Kemensos Ana mengatakan, jumlah penderita DM di Mamasa terdapat perbedaan data. Karena itu, pihaknya akan melakukan validasi data, karena data Dinkes berbeda dengan data Dinsos. (klp/har)

BERITA LAINNYA

MAMASA 1614232745089257054

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item