Ini Kata Kapolres Polman Soal Pembongkaran Makam Abd. Waris

Kapolres Polman AKBP Hanny Andika Sarbini (kanan) berikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Asrianto/fms)

Polewali, fokusmetrosulbar.com-- Aparat kepolisian Polres Polman melakukan otopsi terhadap jasad almarhum Abd. Waris, korban pembunuhan di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli pada pertengahan Juni lalu.

Setelah terkubur selama lebih dua bulan, makam almarhum Abd. Waris terpaksa dibongkar oleh aparat kepolisian, Kamis (7/9) siang.  Hal tersebut dilakukan untuk melakukan otoposi terhadap jasad almarhum. 

Proses pembongkaran makam Almarhum dimulai sekitar pukul 13.00 Wita. Proses otopsi dilakukan oleh tim dokter forensik gabungan dari Polda Sulsel dan Polda Sulbar.

Pembongkaran makam almarhum Abdul Waris disaksikan oleh Kejaksaan Polewali Mandar, serta pihak keluarga almarhum. Namun dalam otopsi ini, tak satu pun anak almarhum yang tampak hadir menyaksikan proses otopsi.

Keluarga almarhum berharap agar  semua pelaku dihukum dengan seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku. 

"Kami menginginkan, agar semua pelaku dihukum dengan seberat-beratnya," tutur H. Mahmuddin, salah satu pihak keluarga.

Kapolres Polman AKBP Hanny Andika Sarbini menjelaskan bahwa otopsi ini dilakukan untuk membuktikan adanya sisa racun dalam tubuh korban. Hal tersebut berdasarkan petunjuk dari jaksa penuntut umum, kemudian ditambah keterangan tersangka yang mengatakan sempat meracuni korban. 

"Ini untuk menguatkan keterangan tersangka di pengadilan saat proses persidangan nanti," beber Hanny.

Sementara itu Kompol Eko Yulianto dokter spesialis forensik Polda Sulsel mengatakan, bahwa proses otopsi  berdasarkan standar operasional yakni  pemeriksaan dilakukan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki serta kulit luar. Dalam proses otopsi ini, seluruh tubuh korban mulai rambut hingga ujung kaki korban di periksa oleh tim dokter forensik termasuk ginjal dan lambung korban. Ia juga memastikan bahwa dalam otopsi ini, tidak ada organ tubuh yang di ambil.

"Sampelnya akan diuji di laboratorium Makassar dan hasil otopsi akan diketahui paling lambat satu minggu kedepan," tutur Kompol Eko Yulianto.

Pembongkaran makam ini disaksikan oleh masyarakat sekitar yang memadati area pekuburan Islam Ugi Baru. Namun warga tak dapat masuk kedalam lokasi tempat otopsi, sebab dipasangi garis polisi. Usai di otopsi, jasad almarhum kemudian kembali dimakamkan. (ant/har)

BERITA LAINNYA

POLMAN 8189591085243616580

Komentar Anda

emo-but-icon

item