Kembangkan Penyelidikan, Polisi Kembali Ungkap Praktek Aborsi di Majene

Proses penggalian kuburan mayat bayi (Foto: Polres Majene)
MAJENE, FOKUSMETROSULBAR.COM-- Upaya Polres Majene mengungkap tuntas kasus aborsi kembali membuahkan hasil. Jika sebelumnya Polisi berhasil menemukan mayat bayi di Rangas, kali ini Satuan Reserse Kriminal Polres Majene berhasil menemukan sebuah kuburan bayi di lingkungan Deteng-deteng, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Majene.

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy mengatakan, penemuan kuburan bayi, Sabtu (21/10) ini berkat pengembangan kasus sebelumnya.

Baca: Mayat Bayi Ditemukan di Rangas, Polres Majene Ringkus 2 Wanita

Proses pengggalian kuburan mayat bayi yang diduga korban aborsi ini dipimpin Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Saiful Isnaini, S.E.

"Saat dilakukan penggalian, telah ditemukan tulang-tulang yang tidak utuh lagi serta kain yang digunakan untuk membungkus janin bayi," kata Kapolres Asri Effendy, Sabtu.

Tulang yang diduga tulang janin manusia ini, diduga dikuburkan sekitar tiga bulan lalu. Polisi kemudian mengevakuasi tulang-tulang tersebut ke RSUD Majene oleh untuk dilakukan visum et refertum.

Sementara itu, Polisi mengantongi identitas dua orang terduga pelaku aborsi tersebut. Mereka antara lain seorang ladies karaoke berisial FNG beralamat di Jl. Husni Thamrin Mamuju. Sedangkan satu terduga lainnya adalah ME, pekerja bengkel mobil beralamat di lingkungan Deteng deteng, Majene.

"Umur kandungan sudah lima bulan saat digugurkan," kata Asri Effendy.

Informasi yang diperoleh wartawan, Kasat Reskrim Polres Majene belum melakukan penahanan terduga pelaku lantaran perkaranya belum digelar.

Kapolres Majene Asri Effendy menyebut, proses aborsi ini dilakukan di sebuah kamar wisma di kota Kabupaten Majene.(har)

BERITA LAINNYA

MAJENE 5256877070441161396

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item