KPPU Perkenalkan Kartel, Berbahaya Seperti Korupasi

Syarkawi Rauf saat diskusi dengan wartawan di Majene (Foto: Taufik/ Fms)
MAJENE, FOKUSMETROSULBAR.COM-- Kartel adalah produsen besar diantara produsen kecil lainnya di suatu daerah atau kota. Kartel bertujuan menetapkan harga dan mampu mengontrol suplai dan persaingan. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara.

Demikian dipaparkan Syarkawi Rauf, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) saat menggelar tatap muka dengan sejumlah wartawan di Hotel Villa Bogor Majene, Sabtu (28/10) malam.

Meski demikian, kata Syarkawi, untuk mengidentifikasi kartel tidak semudah mengenali tindak pidana korupsi yang memiliki jejak pasti.

"Kalau korupsi kan sudah pasti dia ngambil uang negara, tapi kalau kartel mereka mengatur harga produk dengan cara membatasi ketersediaan barang di pasar. Dan itu dilakukan dengan cara bersekongkol sesama pengusaha besar," sebutnya.

Sebaliknya lanjut Syarkawi, jika para pengusaha kecil yang melakukan persekongkolan dalam menentukan harga barang, itu tidak disebut kartel karena pelaku usaha kecil itu tidak akan memengaruhi perekonomian.

"Apalagi mereka (pengusaha kecil, red) yang akan rugi sendiri karena akan kalah modal kalau mereka banting harga, dan itu tidak masuk pantauan KPPU," ujarnya.

Syarkawi menuturkan, atas dasar penguasaan pasar yang dimiliki kartel, dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya ketimpangan yang berkelanjutan antara pelaku usaha kecil dengan pelaku usaha besar. Untuk itu, demi mengantisipasi ketimpangan terus terjadi KPPU berupaya menyosialisasikannya hingga ke daerah-daerah.

"Jadi kalau kita betul-betul mau mengatasi ketimpangan ini, kita butuh kerjasama pak bupati dan gubernur dalam bekerja," katanya.

Ia mengungkapkan, sekarang ini tidak menutup kemungkinan para kartel terlibat dalam dunia politik demi meraup keuntungan dalam sebuah tender proyek. Bahkan, ada isu bahwa dalam sebuah sektor usaha di Sulawesi Barat 78 persennya dikuasai orang-orang tertentu.

"Sesuai arahan pak Presiden, isu ini harus kita selesaikan demi mengurangi ketimpangan. Caranya kita melahirkan pemain-pemain baru di sektor itu," pungkasnya. (tfk/har)

BERITA LAINNYA

MAJENE 7336073181396417802

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item