Soal Tuntutan Perawat, Suaib Bilang ke DPRD Sudah Melebihi Kapasitas



Mamuju, FMS - Dalam agenda rapat dengar pendapat (hearing) bersama Ketua DPRD dan sejumlah anggota dewan lainnya, pada Jumat, (7/12/2018), dengan menindak lanjuti aksi unjuk rasa tenaga perawat honorer pada kamis (6/11/2018) kemarin, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju H. suaib mengatakan, Pemda Mamuju sangat berkeinginan mewujudkan harapan para perawat disesuaikan dengan UMP, namun Pemda perlu mengkaji ulang jumlah dari tenaga perawat.

Menurut Suaib, tenaga honorer khususnya perawat sudah melebihi kapasitas, yakni berkisar 800 orang, sedangkan data dari Pemda Mamuju jumlahnya 140 orang.

"Jadi perlu diketahui, jumlah tenaga honorer perawat sudah melebihi kapasitas. Sangat membludak," ujarnya.

Olehnya itu, tentu hal ini sangat berat buat Pemda karena kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan.

"Kita tidak mungkin mengakomodir semuanya. Kondisi keuangan kita tidak mampu," ujar Suaib.

Nah, sebagai langkah awal, kata Suaib, dalam waktu dekat ini akan ada peluang bagi tenaga honorer untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tentu ini adalah peluang besar bagi para honorer.

"Saya berharap, tenaga honorer bisa memanfaatkan peluang ini," tutur Suaib.

Dalam rapat yang dilakukan hingga tengah malam itu, sejumlah anggota dewan terus mendesak kepada sekda Mamuju untuk segera membuat keputusan terkait nasib para honorer. Desakan itu datang dari Ado Mas'ud, Syamsuddin Hatta, Ramliati S Malio dan Masram Jaya.

"Ini harus segera ditindak lanjuti oleh eksekutif karena saya khawatirkan kalau aksi unjuk rasa dari teman-teman perawat ini berkepanjangan masyarakat akan menjadi korban," kata salah seoramg anggota dewan, Yuslifar yunus.

Sementara itu, salah seorang perwakilan tenaga honorer yang hadir dalam hearing itu meminta agar Pemda Mamuju segera melakukan rasionalisasi.

Menanggapi masukan itu, Suaib menjelaskan, itu adalah salah satu jalan jika memang kenaikan upah tersebut harus dilakukan.

"Asumsinya, dari analisis kebutuhan untuk tenaga perawat kita hanya perlu mengangkat 140 orang. Namun kenyataannya sekarang jumlahnya jauh diatas itu. Jadi, kalau kita bisa kurangi jumlahnya, dipastikan kenaikan upah bukanlah hal yang mustahil," tutup Suaib.


(usman)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 6052016577220739905

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item