Polisi Ungkap Motif Pelaku Perusakan Baliho Partai Nasdem di Mamuju

Barang bukti Baliho 

Mamuju, FMS - Polisi telah menetapkan oknum ASN inisial AR sebagai pelaku perusakan baliho Partai Nasdem di Mamuju, Sulbar.

Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Hj. Mashura menuturkan motif pelaku merusak baliho Partai Nasdem karena sakit hati.

"Motif pelaku karena sakit hati lantasan di mutasi dari jabatannya. Itu saja. Tidak ada motif-motif yang lain," ungkap Hj. Mashura, Sabtu (19/1/2019).

Pelaku, lanjut dia, mengaku tidak disuruh oleh orang lain untuk merusak atribut tersebut.

"Ya, pelaku sendiri, tidak ada orang lain. Pelaku katanya sakit hati. Itu saja motifnya," ujar Hj. Mashura.

Tersangka AR merupakan warga Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.

"Tersangka AR diamankan di Desa Bambu, dengan barang bukti yang disita, satu buah parang sudah di musnakan, berikut handphone dan motor yang digunakan pada saat melakukan aksinya," kata Hj. Mashura.

Menurutnya, penangkapan pelaku langsung dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Metro Mamuju, AKP Sysmsuriansah bersama tim Python di beck up tim Resmob Polda Sulbar.

Adapun Pasal yang dikenakan terhadap tersangka, pasal 406 jo 65 KUHPidna.

Sebelumnya, baliho Posko Pemenangan Jokowi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, di rusak oleh orang tidak dikenal (OTK) di Mamjuju, Kamis (10/1/2019) malam.

Pengrusakan itu terjadi di depan Sekertariat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem, Sulawesi Barat, jalan Cik Ditiro, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju.

Baliho posko pemenangan Jokowi tersebut diduga dirobet OTK menggunakan benda tajam.

Sehingga yang terlihat pada baliho hanya kepala orang nomor satu di Republik Indonsia itu.

Atas insiden tersebut, Direktur Advokat dan Hukum Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf, Sulawesi Barat, Muhammad Hatta Kainang, ikut melapor insiden itu ke Polres Metro Mamuju.

"Saya selaku Direktur Tim Advokasi Jokowi-Ma'ruf Sulbar, sangat menyayangkan adanya pengrusakan baliho Pak Jokowi di Sekertariat Nasdem Sulbar," kata Hatta.

Hatta mengatakan, tentu sebagai Direktur Advokat dan Hukum yang membawa persoalan hukum pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Sulbar, mereka kecewa dengan sikap oknum yang tidak menghargai proses demokrasi.

"Walaupun kami tidak mengenal siapa yang melakukan, tapi tentunya dengan laporan ini, kami harap penyidik melakukan lidik dan segera mengungkap siapa para pelaku," ujarnya.

Menurut, Hatta, tentu dengan adanya sejumlah CCTV di sejumlah titik jalan di Mamuju, akan menjadi cara mudah pihak penyidik untuk mengetahui siapa pelaku pengrusakan.

"Khusus baliho Jokowi, ada sekitar empat buah yang dirusak, tapi yang lebih besar itu di depan kantor Nasdem Sulbar," ucapnya.

Hatta menilai, insiden tersebut adalah kejahatan demokrasi yang barang kali kalau tidak ditindak akan mejadi kultur dikemudian hari.

"Sehingga kami harap Polres Mamuju, mengungkap siapa-siapa pelakunya, sehingga kejadian ini tidak terulang lagi di momen-momen politik selanjutnya," ujarnya.

(Ani)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 758416219306862054

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item