Yuk! Sukseskan Suluk Matan di Mamuju

Andi Ilham Abd. Jabbar

Mamuju, FMS - Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan, Matan Jatman dijadwalkan akan menggelar kegiatan Suluk Matan Sulselbar yang dipusatkan di Taman Wisata Gentungan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar.
                                                                                Ketua Pelaksana Kegiatan, Andi Ilham J. Abd Jabbar, menjelaskan, Suluk Matan Sulselbar akan dipusatkan di wilayah Mamuju.

"Insya Allah, akan diadakan pada tanggal 1-3 Februari 2019 di Taman Wisata Gentungan Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju," ujar Andi Ilham. Kamis (17/1/2019).     
                                                                                Kata Andi Ilham, untuk peserta dalam kegiatan tersebut, mereka yang ingin mengetahui dan ingin mengenal lebih dalam tentang Tasawuf serta Thariqah.

Dia memgatakan, ada juga yang sudah memegang Thariqah yang ikut. Ini agar mereka bisa memperkuat lagi Thariqahnya yang sudah dipegangnya sehingga terorganisir dalam wadah Matan Jatman.

Andi Ilham berharap, kegiatan tersebut dapat berjalan demgan sukses dan bermanfaat bagi semua.

"Kita berharap agar rencana kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses dan bermanfaat bagi kita semua dalam rangka menambah Khazanah keilmuan kita semua," pungkas Andi Ilham.

MATAN adalah :           
MATAN singkatan Mahasiswa/i Ahli al-Thariqah al-Muktbarah al-Nahdliyah, merupakan organisasi pemuda tarekat (mahasiswa S1, S2, S3 dan alumni/sarjana), pelajar, santri dan masyarakat umum yang telah berbaiat di salah satu tharekat al-Muktabarah.

Tharekat al-Muktabarah adalah jalan kesufian yang tergorganisir dalam tarekat sahih yang nasab silsilahnya bersambung/terhubung ke Nabi Muhammad saw

Al-Nahdliyah adalah tashieh dari JATMAN-NU (Jam’iyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah al-Nadhliyah Nahdlatul Ulama), salah satu badan otonom dari Nahdlatul Ulama.

AD/ART MATAN bab III pasal 6 disebutkan bahwa MATAN merupakan perkumpulan murid, yakni mahasiswa/masyarakat pengamal tarekat sahih dalam wadah JATMAN Nahdlatul Ulama.

MATAN pertamakali diwacakanan Rais ‘Am Jatman, Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dan sejumlah masyayikh sejak tahun 1999 dan kemudian dideklarasikan 10-14 Januari 2012/16-20 Shafar 1433 bersamaan Muktamar XI JATMAN di Pondok Pesantren al-Munawariyah Malang Jawa Timur.

MATAN ditetapkan sebagai Lajnah (bagian integral) dari JATMAN (Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah, organisasi badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU).

MATAN dalam merekrut anggota melalui pengkaderan terdiri atas tiga jenjang, yakni SULUK MATAN I (Sultan dasar), suluk matan II (Sultan menengah) dan suluk matan III (Sultan tingkat tinggi)

SULUK dalam artian jalan bertasawuf/tarekat merupakan prosesi pengkaderan yang harus dilalui untuk menjadi anggota dan pengurus MATAN.

SULUK  MATAN tersebut merupakan program kerja pengurus tingkat pimpinan pusat (PP) secara nasional, pengurus wilayah (PW) di setiap provinsi/daerah istimewa/daerah khusus, pengurus cabang (PC) di Kabupaten/Kota dan Pengurus Komisariat (PK) di setiap perguruan tinggi.

"Semoga MATAN dapat lebih berkhidmat untuk agama melalui amalan ketarekahan dalam bingkai Aswaja (Ahlus Sunnah wal-Jamaah) sesuai qanun asasi Nahdlatul Ulama, berbakti bagi nusa dan bangsa mengawal NKRI," kuncinya.

(Adi)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 5214491961297321105

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item