Perkuat OPD, Pemprov Sulbar Gelar Rapat Pemetaan Strategis

Perkuat OPD, Pemprov Sulbar Gelar Rapat Pemetaan Strategis (foto, Kominfo Sulbar)

Mamuju, FMS - Dalam rangka pengukuran dan pengelolaan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemprov Sulbar menggelar rapat pemetaan strategi di ruang Auditorium lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 7 Februari 2019.

Pertemuan tersebut, dipimpin langsung Sekprov Sulbar Muhammad Idris dan dihadiri seluruh pejabat lingkup Pemprov Sulbar.

Dalam arahannya, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris mengatakan, rapat pemetaan strategi tersebut, sebagai upaya untuk mengukur kinerja setiap OPD, demi memperkuat keorganisasian Pemprov Sulbar.

"Dalam pertemuan ini, kita akan melakukan pemetaan strategi sebagai bagian dari usaha kita dalam memperkuat organisasi, dengan melihat keterkaitan antara stejmen mision sampai membicarakan perorganisasian, hingga kekurangan kinerja dalam organisasi kita ini," tutur Idris.

Melalui kesempatan itu, Idris menyatakan, akan mencoba memahami dan memperbaiki apa yang menjadi kendala di setiap OPD lingkup Pemprov Sulbar, sampai pada hal-hal kecil lainnya.

Adapun kondisi pemetaan strategi, Idris mengungkapkan, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi, yakni belum ada peta strategi, bisnis proses, manual indikator kinerja utama, penempatan kinerja yang belum berjenjang, dan umumnya belum memiliki standar operasional prosedur (SOP ) yang tepat, serta  masih kurangnya indeks-indeks tentang nilai skala likert.

Tidak hanya itu, lanjut Idris, hal utama yang juga mempengaruhi adalah belum adanya aplikasi kinerja organisasi maupun individu (skp/sasaran kinerja pegawai) dan pelayanan publik masih rendah, yang memerlukan metode dengan menjawab  existing kondisi yaitu melahirkan strategi-strategi seperti SWOT (strenghts, weaknesses, opportunities, threats) juga AHP (analytic, hierarchy process, dan sasaran strategis.

Kabid Reformasi dan Tatalaksana Biro Ortala Suyuti, menyatakan, rancangan pergub tentang kinerja sudah ada, namun  SK pengurangan kinerja mungkin akan dimulai pada Maret atau April mendatang.

Sehingga, ia mengingatkan, mulai 2019 hingga ke depan, setiap OPD  wajib meningkatkan kinerjanya selaku aparat negara.

"Yang diukur adalah kinerja, maka setiap individu melakukan pengoreksian dan mencontohi cara pengukuran lama yang berdasarkan cek lock," terang Suyuti.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Asisten Bidang Administrasi Djamila, Asisten Bidang Pembangunan Hamzah, para pimpinan OPD, serta pejabat eselon III lingkup Pemprov Sulbar.

(wati)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 1709111880556986285

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item