55 Tahun IMM, Karya Nyata Untuk Bangsa

Hadi Eka Saputra (Ketum PC IMM periode 2017-2018/Formatur DPD IMM Sulbar).

Mamuju, - FMS - 55 Tahun tepatnya 14 Maret - 1964 - 14 Maret 2019, usia Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM).
Usia  ini tentu sudah cukup matang  untuk mengelola masa depan bangsa kedepan sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki kiprah besar.

Menurut Hadi Eka Saputra
Ketum PC IMM periode 2017-2018 formature DPD IMM Sulbar bahwa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menginjak usia ke-55 tahun.

Diharapkan, IMM dapat menjadi perekat keberagaman di Sulbar dan Indonesia pada umumnya.
Serta itu, kader harus Mampu memberikan karya - karya nyata untuk daerah dan Bangsa pada umumnya .ini sesuai tema besar yang diangkat oleh DPP IMM yaitu "Karya Nyata Untuk Bangsa,"ujar Hadi.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa, usia 55 Tahun  adalah usia yang cukup matang bagi Ikatan untuk melakukan evaluasi kedalam dan keluar,sejauh mana Ikatan sudah memenuhi tanggung jawabnya dalam ranah umat, amal usaha, dan Kebangsaan.

"Pada lirik Mars IMM Sejarah Umat telah menuntut Bukti”, pewaris Tampuk pimpinan umat nanti”,  putra harapan penyambung hidup generasi Umat Islam”, Pendukung cita-cita luhur negeri indah Adil dan makmur” adalah lirik yang memiliki isyarat pesan yang amat dalam bagi seluruh kader IMM se-Indonesia dan selalu didengungkan para kader,"Kata Hadi.
Sekarang, saatnya direnungkan, dihayati, dan diimplementasikan untuk mengambil dan merebut peran tanggung jawab itu,"imbuhnya.

Hadi menjelaskan bahwa, pemimpin masa depan adalah yang mampu menguasai alam pikiran manusia, menyampaikan isyarat makna bahwa kita menghadapi tantangan Era Post-Truth, dimana kebenaran tidak lagi ditentukan oleh fakta tapi persepsi yang dibentuk oleh kekuatan media.

Diera digital saat ini, kader IMM di Sulbar khususnya harus mampu memanfaatkan Media untuk menjawab tantangan kedepan, pembangunan tidak boleh dibebani oleh masalah-masalah politik serta isu sara yang tidak produktif. Apalagi, sampai mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Politik zaman now harus jauh dari penggunaan isu-isu sara yang jelas hanya akan memecah belah persatuan bangsa,”papar Hadi Eka Saputra.

Oleh karenanya,  IMM harus  menjadi wadah  besar bagi kemajemukan kader dan seluruh kaum muda di Sulbar. Organisasi yang didirikan di Yogyakarta pada 14 Maret 1964 itu harus menjadi pionir di kalangan generasi muda untuk merangkul semua kelompok, golongan, etnis dan agama, serta membangun kehidupan berbangsa yang sejuk dan damai," harap Hadi.

“Mari kita perkuat kembali Persatuan kebangsaan, membangun solidaritas dan kebersamaan sebagai bangsa. Kita harus tempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok dan golongan,"terangnya.

"Kedepan IMM juga harus berperan aktif dalam mewujudkan generasi yang lebih mengedepankan ahlak serta menamkan rasa cinta terhadap tanah air.sehingga terwujud IMM yang Malaqbi,"Ujar Hadi Eka Saputra.

“Jika taruhannya adalah ideologi Pancasila, tegaknya NKRI serta persatuan dan kesatuan bangsa, maka tidak boleh ada keraguan sedikit pun untuk menyatakan sikap dengan tegas. Ideologi Pancasila harga mati. Karena itu harus kita jaga dan kita pertahankan."Simpul Hadi Kamis (14/03/19).

Adi .


BERITA LAINNYA

MAMUJU 8413050677476235492

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item