HMI Manakarra Sorot Pengadaan Kapal Ambulance Perairan

Kapal Ambulance Perairan 

Mamuju, FMS - Pengadaan kapal ambulace perairan mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra.

Pengadaan kapal ambulance yang bersumber dari APBD tahun 2018 itu menelan anggaran sebesar Rp 328.500.000.

Ketua HMI Cabang Manakarra, Sopliadi menilai sangat prihatin dengan kondisi kapal ambulance tersebut.

"Setelah dilakukan peninjauan dan melihat langsung keberadaan kapal ambulance itu di Pelabuhan Rangas, kami sangat prihatin," ujarnya. Minggu (3/3/2019).

Dia mengatakan, kapal ambulance yang diperuntuhkan untuk melayani kesehatan warga Balabalakang itu tidak layak untuk beroperasi.

Ada beberapa hal yang menurut Sopliadi tidak layak ambulace tersebut beroperasi, diantaranya, adanya beberapa kebocoran dan hanya ditambal dengan karet serta plastik dan itu sangat membahayakan para penumpang bila kapal itu dipaksakan beroperasi.

"Saya lihat dari luar kapal, ada beberapa kebocoran dan hanya ditambal dengan karet dan plastik. Tentunya penambalan itu perlu dipertanyakan kualitasnya," ujar Sopliadi.

Sopliadi menduga, kapal tersebut adalah kapal bekas.

"Saya menduga, kapal itu bekas, karena dimana di bagian luar kapal banyak yang bocor dan telah di makan rayap. Kalau baru tidak mungkin demikian bentuknya," papar Sopliadi.

Tak hanya itu, lanjut Sopliadi, pada bagian pengendali kemudi juga nampak sudah berkarat.

"Di kemudi kapal terlihat sudah berkarat," tambahnya.

Menurutnya, HMI rencananya akan mengadvokasi serta melaporkan hal ini jika memang ada indikasi kesalahan pada pekerjaan kapal tersebut.

"Jika terdapat indikasi kesalahan, Kami akan melaporkan dan tentunya kita tidak mengingikan ambulance perairan ini senasib dengan Fery Mini yang sampai hari ini kita juga belum mengetahui dimana kapal tersebut dan kapan beroperasi," terang Sopliadi.

Sementara itu Jaenuddin Mantan Sekertaris Desa Bala' - Balakang Timur saat dikonfirmasi di kediamannya Minggu (03/03/2019), mengatakan, selama ini dirinya ini sering menyoroti kinerja tenaga kesehatan di Pulau Bala' - Balakang sana, sementara fasilitas untuk mereka itu tidak ada tentu juga sangat keliru.

"Terkait ambulance perairan ini menurut saya itu juga kurang pas, karena ada beberapa kebocoran sehingga tentu tidak layak untuk digunakan," kata Jaenuddin.

"Kita sangat bersyukur atas perhatian pemerintah Kabupaten Mamuju atas upaya pengadaan fasilitas seperti Feri Mini dan Ambulance perairan, namun tentu harus punya asas manfaat untuk kepentingan masyarakat," tambah Jaenuddin.

Kata Jaenuddin, dirinya pernah ditemui oleh Kepala Dinas kesehatan dan dari pihak Puskesmas, mereka mengatakan akan melakukan pembenahan pada kapal tersebut.

"Saya pernah ditemui Kadis Kesehatan dan pihak Puskesmas, katanya mereka akan membenahi kapal ambulance itu," sebutnya.

Jaenuddin juga menduga, kapal yang dijadikan ambulace itu adalah kapal bekas yang kemudian dibenahi. Namun, ia tidak mempermasalahkannya.

"Kami tidak mempermasalahkan kapal itu bekas atau tidak, yang penting asas manfaatnya ada serta dirasakan oleh masyarakat dan kualitasnya bagus," ujar Jaenuddin.

"Intinya kita berharap ada upaya memperbaiki, dan saya dengar sudah ada tukang disediakan dalam rangka membenahi kapal tersebut sehingga bisa dioperasikan," kata Jaenuddin.

Hingga berita ini diturunkan upaya untuk melakukan konfirmasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju belum membuahkan hasil.

(Berita ini masih berlanjut dan akan diverifikasi selanjutnya).

(Adi)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 4557292030642001441

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item