Transmigrasi Sulbar Gelar Kegiatan Jejaring Kemitraan UPT Bina


Mamuju, FMS - Dinas Transmigrasi Sulbar menggelar kegiatan jejaring Kemitraan bersama UPT Bina.

Kegiatan itu digelar di M'City Hotel, jalan Kurungan Bassi, Mamuju, Sulbar, selama dua hari, 14-16 Maret 2019.

Hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Provinsi Sulbar, M. Idris, Direktur Promosi dan Kemitraan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Haryanto, dan para UPT Transmigrasi se-Sulbar, dan pihak RS se-Sulbar.

Sekprov Sulbar, M. Idris yang membuka kegiatan itu mengatakan, sangat mengaoresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Transmigrasi.

Menurutnya, transmigrasi merupakan konsep ideal, melalui pemerataan penduduk supaya jangan tersentral di daerah asal, mendorong daerah tujuan agar bisa cepat melakukan transformasi perubahannya.

"Ini yang harus kita antisipasi jangan sampai kita sudah menerima sumber daya, tapi kita tidak bisa menjadikan sumber daya yang produktif," ujarnya, Kamis (14/3/2029).


Menururnya, bagaimana menjadikan transmigrasi yang produktif, tidak hanya datang kemudian menjadikan masalah baru di daerah.

"Untuk membuat produktif, salah satu dimensinya yaitu melalui kesehatan, sehingga jangan warga transmigrasi sakit-sakitan. Bagaimana menkrip pertumbuhan ekonomi kalau seperti itu," ujarnya.

Sementara, Direktur Promosi dan Kemitraan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Haryanto menjelaskan,  Sulbar dua dari provinsi yang dibentuk melalui program transmigrasi.

"Satunya adalah Kalimantan Utara dan Sulbar," kata Haryanto.

Dia nengatakan, sangat luar biasa Sulbar. Tanpa ada kaloborasi, dengan kementerian, lembaga dan pihak lainnya sangat lambat perkembangannya. Olehnya itu, melalui kemitraan, baik kemitraan dengan lembaga pemerintah, swasta dan lainnya.

"Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh adanya kemitraan untuk mempercepat sebagaimana dengan tujuan dari transmigrasi," ucapnya.

Dia mengatakan, undang-undang transmigrasi minimal ada tiga, diantaranya pertama, peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigran dan penduduk setempat, kedua, pemerataan pembangunan bukan di Jawa saja tapi dialihkan ke daerah tujuan dan ketiga, dengan adanya transmigrasi adalah memperkokoh perstuan dan kesatuan bangsa melalui kerangka NKRI.

Menurut Haryanti, sekarang pola transmigrasi sudah berbeda dengan paradigma yang lalu, penduduk lokal sejak perencanaan dan penempatan merupakan kebutuhan di daerah, sesungguhnya transmigrasi merupakan solusi untuk pengembangan wilayah.


Ditempat yang sama, Kadis Transmigrasi Sulbar, H. Herdin Ismail mengatakan, sesuai petunjuk dari Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bahwa semua program hendaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tentunya program itu tidak boleh keluar dari regulasi yang ditetapkan.

Dia mengatakan, program transmigrasi bukan hanya memindahkan suatu penduduk, dari tempat padat ke tempat yang lebih longgar. "Tidak sampai disitu," kata Herdin.

Menurutnya, perekonomian masyarakat itu bisa tumbuh dengan baik karena orang yang didatangkan adalah mereka yang telah memiliki skill.

Herdin mengatakan, program transmigrasi menyesuaikan potensi wilayah, kompetensi yang dimiliki dan aspirasi masyarakat masing-masing. Selain itu, transmigrasi juga dilakukan untuk pengelolaan sumber daya di kawasan yang ada.

"Dengan kata lain transmigrasi adalah proses mempertemukan pengelolaan sumber daya modal, sumber daya manusia dan sumber daya alam dalam ruang yang sama," ujarnya.

Herdin menambahkan, kawasan pemukiman transmigrasi yang dibangun terdiri atas beberapa Satuan Kawasan Permukiman (SKP) yang dikhususkan untuk memproduksi hasil pertanian dan pengolahan sumber daya alam sehingga wilayah tersebut dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru.

"Pertumbuhan ini akan mengakselerasi pengembangan ekonomi lokal dan daerah dalam pembentukan pusat pertumbuhan baru. Pada akhirnya, pusat pertumbuhan baru yang merupakan kawasan perkotaan baru (KPB) tersebut diharapkan mendukung pusat kegiatan strategis nasional," kata Herdin.

Kegiatan tersebut juga dirangkaik dengan penandatangan MoU kesehatan dengan pihak RSUD se-Sulawesi Barat.


(Wati)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 3498935030907186559

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item