Diduga Karena Tersinggung, Seorang Pelajar di Polewali Tega Habisi Nyawa Tetangga

Tempat kejadian perkara dipasangi garis polisi (Foto: Anto/FMS)
Polewali Mandar, fokusmetrosulbar.com- Hanya karena gara-gara dendam dan tersinggung oleh ucapan korban, seorang pelajar nekat lakukan pembunuhan. Pelajar diketahui berinisial HRN (16) itu, dengan sadis membantai korban yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Korban meninggal dunia adalah Fatur (34), seorang pegawai Instalasi UGD Rumah Sakit Umum Polewali Mandar.

Korban, Fatur dipastikan meninggal dunia setelah sebelumnya dilarikan ke Rumah Sakit, dan menghembuskan nafas terakhir di ruang UGD tempat dia bekerja sehari-hari. Berdasarkan hasil visum, korban mendapatkan sejumlah luka di bagian tubuhnya, antara lain kepala, pundak, tangan, kaki dan punggung.
Nyawa Fatur tak bisa tertolong meskipun sempat mendapatkan tindakan medis.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi Senin (1/5) sekitar pukul 19.00 Wita, Tempat Kejadian Perkara (TKP) di BTN Lino Maloga, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Polman.

Menurut keterangan resmi dari pihak Kepolisian, kronologi kejadian berawal ketika keduanya (pelaku dan korban) bertemu Senin sore di lapangan selak bola Gernas Basseang. Pertemuan itu sekitar pukul 16:00 Wita. Saat itu, pelaku sedang asik menonton pertandingan sepak bola. Korban yang mendatangi pelaku sempat menguarkan kata, yang terjadi membuat pelaku tersinggung.

"Dia (korban, red) berkata pada pelaku, Kau yang masuk kerumahku," terang Kapolres Polres Polman, AKBP Adi Wijaya, Senin (1/5) malam.

Kapolres menuturkan bahwa rupanya korban menaruh curiga pada pelaku atas adanya orang tak dikenal (OTK) yang masuk ke rumahnya. Ucapan kemudian membuat pelaku sakit hati. Apalagi terang Adi Wijaya, korban bukan hanya mengeluarkan kata-kata tudingan, dan kasar, tapi ia juga memukul pelaku pada bagian telinga dan menendang di bagian lutut.

Usai kejadian itu, korban kemudian pulang kerumahnya, dia tampak tak menaruh curiga jika perbuatannya tadi menyimpan rasa dendam terhadap pelaku.

Sekitar pukul 19.00 Wita pelaku ke rumah korban dan sesampainya disana dia langsung menendang pintu samping rumah korban. Pelaku bahkan masuk ke dalam rumah mencari korban.

"Dimanako Pak Sifa"!! Kata Kapolres Adi Wijaya menirukan ucapkan pelaku.

Pada saat keduanya bertemu, korban langsung menendang pelaku di bagian paha. Pelaku pun akhirnya lari keluar rumah, namun tak disangka, ketika korban mengejar pelaku keluar, saat itulah pelaku langsung mengambil parang dan menebas korban  berulang kali hingga merobek beberapa bagian tubuh korban.

Kapolres Polman AKBP Adiwijaya, S.IK mengatakan, saat ini anggotanya masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Dugaam semnatara bermomotif dendam.

Untuk mengantisiapsi aksi anarkis, di lokasi kejadian telah dipasangi police line atau garis polisi di rumah pelaku.

Puluhan personil dari Mapolres Polman juga disiagakan, karena pihak keluarga korban mengamuk dan hendak merusak rumah pelaku. (ant/har)

BERITA LAINNYA

POLMAN 8919643269185728938

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item