GP Ansor Dukung Pemda Majene Tolak Pawai HTI

Majenefokusmetrosulbar.com- Organisasi Sayap NU Gerakan Pemuda Ansor Cabang Majene menyatakan dukungan kepada Pemerintah Daerah atas penolakan Pawai dan Tabliq Akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sedianya berlangsung Sabtu-Minggu, 8-9 Maret ini.

Pembina GP Ansor Majene Basri Ibrahim mengatakan mendukung langkah pemerintah untuk tidak memberi respon terhadap kegiatan HTI. Hal itu kata dia, akan menimbulkan permasalahan baru yang dapat mengancam stabilitas masyarakat.

"HTI sangat getol memperjuangkan Khilafah Islamiyah dengan menggandeng sejumlah Ormas yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan UUD 45. Ini bisa mengancam kedaulatan Negara," kata Basri, Sabtu (8/4) malam.

Basri juga menuding kelompok HTI menganggap NU banyak melakukan praktek syariat Islam yang berbau bid'ah. "Intinya jika anda Islam silahkan laksanakan ajaranmu dan jangan menghujat paham Islam yang lain, jika anda tidak setuju NKRI silahkan cari negara lain," imbuh mantan Aktivis PMII ini.

Dikatakan lebih lanjut, bahwa NKRI sudah final dan parah pahlawan pendiri bangsa telah sepakat ketika Pancasila dirumuskan dan ditetapkan menjadi dasar negara.

"KH. Hasyim Azhari memberikan pandangan bahwa betul kita ini mayoritas Islam tapi tidak perlu menjadi negara Islam cukup kita melaksanakan syariat Islam dan biarlah negara ini tetap dalam bingkisan NKRI," katanya.

Politisi PKB yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Majene ini mengatakan menolak siapun yang menghendaki pembentukan negara di atas Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Hal tersebut tidak bisa ditawar, bahwa NKRI sudah harga mati," pungkasnya.

Sebelumnya Pemda Majene menyatakan menolak memberi izin pelaksanaan Pawai dan Tabliq Akbar Hizbut Tahrir Indonesia di Majene karena Ormas berazas Islam ini tidak mengantongi Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di Badan Kesbangpol Majene. (har)

BERITA LAINNYA

MAJENE 4240140880635708160

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item