Ikut Bahas Inflasi, Bulog Majene Jamin Stok Beras Aman Selama Ramadhan Hingga Oktober

Majene, fokusmetrosulbar.com - Guna mengantisipasi inflasi akan kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene menggelar rapat kordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan menghadirkan perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar.

Sejumlah data disampaikan TPID Majene yang diawali Kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data yang dihimpun itu, inflasi keseluruhan hingga bulan Maret 2017 sebesar 0,59 persen. Jumlah tersebut dipicu bahan makanan, rokok dan kesehatan. Namun yang mengalami fluktuasi harga adalah ikan, cabai, tomat dan buah-buahan. Kebutuhan pokok seperti beras justru mengalami penurunan.

Pada kesempatan ini, BPS meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat agar memberikan solusi demi menanggulangi inflasi di daerah ini. Terlebih, berdasarkan data yang tercatat, inflasi mudah terjadi menjelang hari-hari besar seperti bulan puasa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Adlina Basharoe, mengusulkan, beberapa hal yang bisa dilakukan mencegah inflasi. Diantaranya, agar OPD yang menangani perdagangan, menyampaikan ke pedagang untuk tidak menimbun barang dagangannya. Hal lainnya yakni, mengadakan pasar murah menjelang hari-hari besar.

"Selain itu, beberapa pasar seperti di Kecamatan Pamboang, Sendana dan Malunda bisa diramaikan dengan melibatkan UPTD setempat untuk mengontrolnya," paparnya.

Rekan TPID lainnya, mulai dari Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DPPP), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan hingga Bulog, turut memaparkan data dan solusi yang dimiliki berdasarkan bidang masing-masing.

Seperti yang dipaparkan Kepala Bulog, Hadrawi, bahwa kebutuhan beras hingga bulan Oktober 2017, dijamin mencukupi. Hal itu berdasarkan kalkulasi antara ketersediaan beras dengan jumlah komsumsi perhari masyarakat Majene yang mencapai 50 ton perharinya.

"Insya ALLAH stok beras aman. Karena kalau ada yang kurang, mudah saja kita meminta ke pemasok utama," ujar Hadrawi.

Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pemkab Majene. Menurutnya, upaya tersebut terstruktur dan terorganisir.

"Hanya saya menyarankan untuk lebih baiknya, kegiatan ini agar didokumentasikan. Baik berupa foto-foto hingga video. Karena ditempat saya sebelumnya, itu dokumentasinya sangat banyak," ujarnya.

Meski terjadi inflasi sesuai yang dipaparkan di atas, Staf Ahli Bupati Majene, menyimpulkan bahwa inflasi yang terjadi masih wajar. Lantaran inflasi tidak hanya disebabkan akan kurangnya stok dan penimbunan barang saja, tetapi dapat disebabkan berbagai faktor lain seperti cuaca dan transportasi.

Melalui rapat ini, Bupati meminta agar apa yang tertampung untuk kemudian disampaikan ke Biro Pembangunan Pemprov Sulbar. (tfk/har)

BERITA LAINNYA

MAJENE 8260875406018706555

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item