6 Ribu Lebih Siswa Putus Sekolah di Mamuju, Ini Langkah Pemda Selamatkan Masa Depan Mereka

Mamuju, fokusmetrosulbar.com--Setelah sukses mengembalikkan 3.376 siswa ke sekolah, dan tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 19 November 2016 lalu, Pemerinta Kabupaten Mamuju melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappepan), Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat (PEMMAS) akan kembali menyasar tiga desa yang akan menjadi pilot project untuk menuntaskan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Pasalnya, meski telah mencatatkan angka yang sangat fantastis ternyata masih terdapat 6 ribu lebih anak putus sekolah yang masih harus mendapat sentuhan untuk dikembalikan ke bangku sekolah.

Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bapepan Mamuju, Muhammad Hasrul, mengatakan, pemilihan objek tiga desa sebagai pilot project lebih disebabkan adanya komitmen dari aparat tiga desa yakni Desa Botteng Utara Kecamatan Simboro 13 anak, Desa Dungkait Tapalang Barat 21 anak dan Desa Bunde Kecamatan Sampaga sebanyak 19 anak.

Mulai merealisasi rencana itu, Bappepan telah menggelar pertemuan terbatas dengan stakeholders terkait, Selasa (23/5) di Ruang Kerja Kabid PEMMAS. Di pertemuan ini akhirnya mengkerucut pada munculnya sejumlah harapan diantaranya dari Camat Tapalang Barat Mustambit Ahad. Dia mengatakan, hendaknya pendataan anak yang tidak bersekolah bisa terkoordinasi dengan baik antara pihak pendata dan aparat pemerintah kecamatan maupun desa. "Sehingga dapat di peroleh angka yang valid, serta Para Camat yang terlibat juga telah memberikan dukungan," dukungan katanya.

Setelah itu, masih akan dilakukan Sosialisasi antara Pemerintah Desa dengan orang tua anak, juga membangun kesepakatan bersama sebelum melakukan gerakan kembali bersekolah serta diharapkan kepada orang tua bahwa setelah anak dikembalikan itu, masih harus dilakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. (HMS-Lis/har)

 Ribu Siswa Putus Sekolah di Mamuju, GKB Kembali Digalang

Mamuju, fokusmetrosulbar.com--Setelah sukses mengembalikkan 3.376 siswa ke sekolah, dan tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 19 November 2016 lalu, Pemerinta Kabupaten Mamuju melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappepan), Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat (PEMMAS) akan kembali menyasar tiga desa yang akan menjadi pilot project untuk menuntaskan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Pasalnya, meski telah mencatatkan angka yang sangat fantastis ternyata masih terdapat 6 ribu lebih anak putus sekolah yang masih harus mendapat sentuhan untuk dikembalikan ke bangku sekolah.

Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bapepan Mamuju, Muhammad Hasrul, mengatakan, pemilihan objek tiga desa sebagai pilot project lebih disebabkan adanya komitmen dari aparat tiga desa yakni Desa Botteng Utara Kecamatan Simboro 13 anak, Desa Dungkait Tapalang Barat 21 anak dan Desa Bunde Kecamatan Sampaga sebanyak 19 anak.

Mulai merealisasi rencana itu, Bappepan telah menggelar pertemuan terbatas dengan stakeholders terkait, Selasa (23/5) di Ruang Kerja Kabid PEMMAS. Di pertemuan ini akhirnya mengkerucut pada munculnya sejumlah harapan diantaranya dari Camat Tapalang Barat Mustambit Ahad. Dia mengatakan, hendaknya pendataan anak yang tidak bersekolah bisa terkoordinasi dengan baik antara pihak pendata dan aparat pemerintah kecamatan maupun desa. "Sehingga dapat di peroleh angka yang valid, serta Para Camat yang terlibat juga telah memberikan dukungan," dukungan katanya.

Setelah itu, masih akan dilakukan Sosialisasi antara Pemerintah Desa dengan orang tua anak, juga membangun kesepakatan bersama sebelum melakukan gerakan kembali bersekolah serta diharapkan kepada orang tua bahwa setelah anak dikembalikan itu, masih harus dilakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. (HMS-Lis/har)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 4578965486731993058

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item