Balita Penderita Hidrochepalus di Mamuju Butuh Uluran Tangan

Balita Rahmah Safirah, penderoita hidrochepalus (Foto: Awaluddin/Fms)
Mamuju, fokusmetrosulbar.com--Malang nian nasib Rahmah Safirah, balita penderita Hidrochepalus (pembengkakan karena penimbunan cairan di kepala).

Anak pertama pasangan Faisal dan Sajrah ini, tinggal di jalan Martadinata, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Usianya kini menginjak 18 bulan,namun Rahmah hanya bisa terbaring lemah karena kondisi di kepala membesar, sedang tubuh mengecil, serta kaki dan tangan kaku.

Mardawati, nenek balita Rahmah tampak sabar merawat si kecil, sebab harapan selalu ada cucunya kelak bertemu sebuah keajaiban dan sembuh dari sakit.

Kepada wartawan fokusmetrosulbar.com, nenek Mardawati menuturkan Rahmah lahir dalam keadaan normal dan sehat, namun memasuki usia tiga bulan, kepala Rahmah tampak  membengkak.

Balita Rahmah tampak tak berdaya dipangkuan ibunya, Sajrah (Foto: Awaluddin/Fms)
Mulanya Ia menganggap itu hanyalah pembengkan biasa, sehingga hanya melakukan pengobatan kampung. Nenek dan ibunda Rahmah, tak berniat membawa si kecil ke rumah sakit. Selain karena hanya mengira bengkak biasa, keluarga juga mengalami keterbatasan biaya.

"Jangankan untuk membawa ke rumah sakit untuk dimakan saja Pak, iya masih sulit," kata Mardawati, Kamis (6/7)

Terpisah, pihak pemerintah setempat tak mengetahui hal tersebut. Camat Simboro Abdul Talib menanggapi persoalan tersebut bahwa dirinya baru dapat info wartawan jika ada warganya menderita penyakit  hidrochepalus. Padahal, rumah balita Rahmah tak jauh dari kantor camat.

"Andaikan adek (wartawan fokusmetrosulbar, red) tidak sampaikan kepada saya, saya tidak mengetahui hal itu," ujarnya.

Ia berharap, agar balita tersebut segera ditangani untuk mendapatkan perawatan di RS.

"Saya akan sampaikan kepada Pak Bupati agar secepatnya ditangani," ucapnya. (awl/har).

BERITA LAINNYA

MAMUJU 5426324950314488491

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item