Toko Tani Indonesia di Majene Masih Vakum

MAJENE, FMS - Harapan masyarakat agar daerah yang bepotensi terjadi gejolak harga pangan dilengkapi Toko Tani Indonseia (TTI), belum terwujud.

Khusus di Majene Sulawesi Barat, anggaran yang akan digunakan dalam kegiatan TTI sampai saat ini juga belum jelas. "Pagu anggarannya itu kewenangan Badan Ketahanan Pangan Sulbar," ungkap Iskandar Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Majene, Kamis (23/6/16). 

Iskandar mejelaskan, kegiatan TTI merupakan program Kementerian Pertanian, tujuannya untuk meredam gejolak harga pangan di daerah.

"TTI perpanjangan tangan pemerintah untuk mengendalikan harga, dan kami sudah mendata beberapa toko yang memenuhi keriteria masuk sebagai TTI," tuturnya.

Menurutnya, gejolak harga sering kali terjadi ketika musim panen. Biasanya harga yang diterima petani rendah, sehingga produsen mengalami tekanan."Inilah fungsi TTI yang menjadi sentra untuk mensuplai dan menstabilkan harga pangan," terangnya.

Ia menuturkan, TTI sebagai sentra jual beli pangan harus mampu menampung dalam jumlah yang memadai. Selain itu, wadah tersebut perlu menjaga mutu yang baik, serta menjaga keterjangkauan daya beli ditingkat konsumen sekaligus melindungi pendapatan petani sebagai produsen.

"Kegiatan kementerian ini, merupakan terobosan baru untuk memperpendek rantai perdagangan pangan sehingga produsen dapat memperoleh keuntungan dan konsumen dapat membeli kebutuhan pangan," terangnya.

Jika program TTI berjalan lanjut Iskandar, maka tidak hanya kestabilan harga pangan, tetapi juga menormalkan harga komoditas lain, seperti minyak goreng, gula dan beberapa komoditas lainnya.(hm)

Related

MAJENE 1394646690291446612

Post a Comment

emo-but-icon

FOKUS METRO SULBAR

BERITA Populer Minggu Ini

item
close
Banner iklan disini