Habiskan Rp.1,4 Miliar, Kegiatan PIFAF Dinilai Pemborosan Anggaran

Sejumlah peserta mancara negara tampil dalam kegiatan PIFAF (Foto: Asrianto/dok FMS)
Polewali Mandar, fokusmetrosulbar.com-- Pelaksanaan event Polewali Mandar Internatioanl Folk & Art Festival (PIFAF) oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispop) Polman akan berlangsung pada 1 sampai 5 Agustus pekan ini. Namun event yang diklaim bertaraf internasional ini menuai pro dan kontra. Beberapa kalangan menilai kegiatan PIFAF hanya pemborosan anggaran.

Salah seorang warga Polman, Herman Kadir menyebut, dana fantasistik sebesar Rp. 1,4 Milyar untuk PIFAF akan jauh lebih baik bila dialamatkan pada program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Polewali Mandar.

"Polman masih dalam jeratan kemiskinan di tengah euforia PIFAF yang hanya sesaat dirasakan dengan menguras anggaran miliaran rupiah," kritik Hervol, sapaan Herman Kadir.

Dari segi pembangunan lanjutnya, masih banyak infrainstruktur dan fasilitas yang perlu dibenahi. Hervol menilai masih banyak warga yang butuh sentuhan pemerintah, seperti pembangunan sekolah, akses jalan rusak, lansia yang ditelantarkan, petani yang gagal panen dan pengelolaan sampah.

"Sungguh ironi memang. Kegiatan ini berlangsung di atas pusaran kemiskinan," ucap mantan Ketua Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) ini.

Herman menambahkan, kegiatan PIFAF hanya dirasakan beberapa hari saja saat event berlangsung, namun setelah kegiatan tidak ada dampak signifikan terhadap sektor pariwisata.

"Lalu apa yang mampu dikembangkan oleh pemerintah sejak event digelar tahun lalu itu," terang warga Wonomulyo ini, Minggu (30/7).

Terpisah, Sekertaris Dinas Pariwisata Polman, Mustari Mula mengatakan bahwa segala sesuatu pasti ada pro dan kontranya. Namun kata dia, semua tergantung dari perspektif mana mereka menilai.

Dikonfirmasi, Senin (31/7), Mustari mengajak warga Polman, agar tidak hanya menilai dari satu sisi. Menurutnya, event kepariwisataan itu dampaknya multi player effect yang berarti tidak langsung berdampak.

"Program kami di pariwisata bermulti ganda, misalnya pada saat digelar event ini akan muncul pertumbuhan ekonomi UKM. Di situ transaksi jual beli terjadi, beberapa hotel dan penginapan full dan rumah makan ramai. itulah rumusnya pembangunan," jelas Mustari.

Event Polewali Mandar Internatioanl Folk & Art Festival (PIFAF) yang akan berlangsung tanggal 1-5 Agustus di arena sport center akan diikuti oleh 17 Negara. Kegiatan ini telah gelar untuk kali kedua. Pemkab Polman mengalokasikan dana untuk kegiatan ini  sebesar Rp. 1,4 Milyar. (ant/har)

BERITA LAINNYA

POLMAN 4281923813595939047

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item