HMI Manakarra Sayangkan Aparat Sambangi Ponpes Bersenjata Lengkap

Ketua HMI Cabang Manakarra, Sopliadi

Mamuju, FMS - Mengenai adanya informasi yang beredar, bahwa sejumlah aparat kepolisian mendatangi salah satu Pesantren Muhammadiyah di Mamuju mendapat respon dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manakarra, Sopliadi, mengatakan, janganlah terlalu berlebihan bila ingin berkoordinasi dengan masyarakat dalam pengamanan, apalagi di sekolah tidak perlu membawa senjata lengkap dan berpakaian resmi. "Ini sangat kita sayangkan. Sekolah bukan tempat yang dianggap berbahaya," ujarnya. Rabu (19/12/2018).

Menurutnya, masih banyak upaya lain dalam melakukan koordinasi ke sekolah.

"Tentunya ini akan mengganggu psikologi anak sekolah yang sedang melakukan pembelajaran, tiba-tiba diperhadapkan dengan aparat yang bersenjata lengkap seolah-olah ingin mengeksekusi pelaku," terang Sopliadi.

Baca juga: Polisi Pengawal Ran for Charity Menuai sorotan

Sopliadi menegaskan, poin yang harus diperhatikan dalam melakukan upaya koordinasi kepada masyarakat Sulbar yang pertama mereka harus memahami bahwa sekolah adalah tempat mendidik generasi masa depan bangsa yang semestinya tidak perlu mendatangi dengan bersenjata lengkap.

"Secara psikologi mereka tentu akan terbebani pikiran," kata Sopliadi.

Menurutnya, Kabupaten Mamuju masuk dalam kategori aman, bukan daerah konflik, sehingga kehadiran aparat kepolisian harus membangun edukasi kedekatan secara emosional kepada masyarakat.

Untuk itu HMI berharap kepada aparat Kepolisian harus menyesuaikan kondisi dalam menentukan operasi pengamanan tidak bebas nilai.

"Ada cara-cara persuasif yang kemudian dapat dijalankan tanpa mengundang spekulasi publik yang berlebihan," ujar Sopliadi.

(Adi)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 241264222982390090

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item