Sulbar Eksport 8.500 Metrik Ton Cangkang Sawit ke Jepang


Mamuju, FMS - Bertempat di Pelabuhan Belang-Belang Kabupaten Mamuju, untuk pertama kalinya, Sulbar mengekspor Charchoal atau Cangkang Sawit sebanyak 8.500 Metrik Ton (M/T) ke Jepang, yang dilakukan perusahaan pengexpor PT. Jambi Energi.

Prosesi pelepasan ekspor Charcoal perdana tersebut, ditandai dengan penyerahan Surat Persetujuan Berlayar oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris kepada nahkoda kapal MV. HAYABUSA.

Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan, Pemprov Sulbar sangat mendukung keberhasilan ekspor cangkang sawit tersebut dan mengapresiasi para pelaku usaha di dunia transportasi melalui Pelabuhan Belang-Belang.

"Ini merupakan kebanggaan, karena akhirnya kita bisa lakukan ekspor perdana cangkang  sawit di pelabuhan ini. Hal ini dapat terwujud, berkat kerjasama perusahaan dengan pengelola cangkang sawit," tutur Idris.

Untuk itu, kata Idris, kedepan bukan hanya cangkang sawit saja yang di ekspor, tetapi komoditas lainnya  juga akan didorong.

Idris menjelaskan, cangkang kelapa sawit itu dijadikan sebagai bahan bakar alternatif di sejumlah negara. Sehingga menurutnya, Sulbar ke depan memiliki peluang  besar untuk menjadikannya sebagai komoditas yang handal.

"Dulu cangkang hanyalah sampah dalam perkebunan, yang dibuang begitu saja dan tidak punya nilai sama sekali. Namun sekarang sudah bisa menjadi rupiah, bahkan dollar di dunia perdagangan internasional," ungkap Idris.

Idris mengungkapkan, sampai saat ini baru PT. Jambi Energi saja yang dikerjasamakan dalam mengekspor cangkang sawit.

"Saya berharap kedepan perusahan-perusahaan lainnya dapat melakukan hal yang sama,' ujar Idris.

Dengan adanya Pelabuhan Belang-Belang, diharapkan dapat sebagai urat nadi transportasi di laut Sulbar, baik secara pelayaran nasional maupun Internasional.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelabuhan Kelas II Belang-Belang, Kapten Kristina Anthonbaru, mengatakan, baru kali ini ada ekspor terealisasi di Pelabuhan Belang-Belang.

"Kami berharap kepada pelaku Pengusaha transportasi laut dapat terinovasi untuk menggunakan fasilitas yang ada. Dengan hadirnya pelabuhan ini, dapat mensupport pembangunan Sulawesi Barat," sebut Kristina.

Kata Kristina, adanya PP nomor  77 tahun 2018, pelabuhan itu berubah status dari Kelas III menjadi Kelas II.

Ia mengungkapkan, Pelabuhan Belang-Belang memiliki tiga dermaga dengan kedalaman kurang lebih 12 meter langsung ke selat Makassar.

Selain itu, letak geografisnya berada pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang dilalui pelayaran-pelayaran, baik nasional maupun internasional.

"Pelabuhan Belang-belang sangat terbuka kepada para pengusaha transportasi laut," kata Kristina.

Ditempat yang sama, Perwakilan PT. Jambi Energi, Lestari, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak Pelabuhan Belang-Belang yang telah memberikan support, sehingga ekspor cangkang sawit bisa berjalan lancar.

"Saya berterima kasih ke pihak Pelabuhan Belang-belang atas support yang diberikan, sehingga ekspor cangkang sawit bisa berjalan lancar," tutup Lestari.

Turut hadir pada kegiatan itu, Kepala Lanal Mamuju, Letkol. Siangka, Dinas Perhubungan, perwakilan Polda Sulbar, TNI, serta undangan lainnya. (Advetorial)

(Wati)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 5810661478459478562

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item