ABM: Percepatan Kesehatan Dibutuhkan Demi Kemajuan Sulbar

Mamuju, FMS - Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) membuka dengan resmi Sosialisasi Project Pembangunan Klinik Pratama Rawat Inap dan Medical Tourism Senior Living oleh  Aliansi Praktek Dokter Mandiri Indonesia (APDMI), yang berlangsung di Hotel D’maleo, Rabu, 22 Mei 2019.

Ali mengatakan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi atas program pencanangan Klinik Pratama Medical Tourism yang menjadi program kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak swasta, yang dinilai sangat bermanfaat bagi daerah  terutama dalam  penanganan kesehatan para lanjut usia maupun dari segi penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat Sulbar.

"Dibutuhkan lompatan tingkatan dan  kemajuan  percepatan kesehatan yang lebih memadai bagi Provinsi Sulawesi Barat," kata Ali Baal Masdar.

Lebih lanjut disampaikan, untuk mendukung kesuksesan program tersebut, pemerintah daerah akan mengawali pembangunan klinik sebanyak satu unit di tiap kabupaten /kota, disusul tindak lanjut kewenangan pengadaan pembangunan antara Pemprov Sulbar dan Pemerintah Kabupaten terkait.

Rencana awal dari program kerjasama tersebut akan membangun sebanyak 30 unit klinik di Sulbar, tentunya dengan regulasi yang harus jelas, maka dari itu program tersebut akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada kementerian kesehatan Republik Indonesia.

"Melalui sosialisasi yang dilaksanakan tadi, kita sudah memberikan informasi kepada Pemerintah Kabupaten di enam kabupaten melalui perwakilan masing-masing daerah, dimana ditiap kabupaten akan dibangun satu klinik terlebih dahulu," pungkasnya.

Pimpinan proyek Nasional Pembangunan Klinik Pratama dan Medical Tourism  dr.Edy Maskur Purba menyampaikan, diperlukan wadah profesional dalam memanfaatkan kerja professional para dokter-dokter yang ada di Indonesia termasuk di Sulbar itu sendiri.

Selain dari itu,  klinik tersebut akan dirangkaikan dengan objek wisata yang dapat menjadi suasana baru bagi dunia kesehatan dan bagi para pasien yang tidak hanya mendapat perawatan melalui dunia medis melainkan juga dari segi perbaikan mental melalui objek-objek wisata.

"Kegiatan ini tentunya tidak akan tumpang tindih dengan rumah sakit umum dan puskesmas, terkait pelayanan kesehatan, karena APDMI  berfokus pada para lanjut usia yang membutuhkan perawatan yang lebih layak," tandas dr. Edy.

(Wati)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 595684211973443033

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item