KH Nurhusain: Mari Jaga Persatuam dan Kesatuan Pasca Pemilu

KH Nurhusain Mengajak Masyarakat Untuk Ciptakan Suasana Kondusif Pasca Pemilu. foto : Ist


Majene, FMS -- Proses tahapan Pemilu 2019 sebentar lagi akan berakhir dan pancoblosan atas pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden serta Calon Legislatif (Caleg) baru saja di helat.

"Tentu yang terjadi di masyarakat ada perbedaan pilihan. Mari kita jadikan perbedaan itu hanya sebatas dalam demokrasi saja. Karena sesungguhnya kita semua bersaudara," sebut Ketua MUI Provinsi Sulbar KH Nurhusain di kediaman nya di Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kab.Majene, Rabu (8/5/2019).

Menurut dia, penyelenggara Pemilu telah melakukan tugasnya secara jujur dan perlu mendapat apresiasi dari semua pihak dengan jalan semua harus menciptakan suasana aman, damai dan sejuk pasca pencoblosan.

"Dalam setiap pemilihan selalu dihadapkan pada dua situasi, yakni menang atau kalah, namun janganlah dijadikan pertentangan dalam kehidupan bermasyarakat. Namanya pemilihan pasti ada yang menang dan kalah," katanya.

Ia menyebut, dalam berdemokrasi tidak ada istilah kalah ataupun menang. Artinya, menang dalam proses menciptakan suasana demokrasi yang baik karena itulah asas negara.

"Setelah pemilihan ini segalanya harus kembali bagaimana situasi semula, jadikan perbedaan itu hanya sebatas perbedaan dalam pandangan politik, tidak lebih dari itu," harap mantan anggota DPRD Majene ini.

Untuk itu ia mengimbau khususnya kepada masyarakat Baruga dan kepada anak Ponpes yang sudah ikut menyukseskan Pemilu agar tetap tenang.

"Mari kita pelihara perdamaian, sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sambil menunggu hasil resmi penghitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebab KPU merupakan lembaga yang ditunjuk sebagai wasit dalam pesta demokrasi di Indonesia," ajak KH Nurhusain.

Ia juga minta agas masyarakat menghormati proses yang sudah dan sedang berjalan.

"Percayakan lembaga penyelenggara pemilu bekerja menyelesaikan tugasnya.
Setelah pemilihan ini segalanya harus kembali bagaimana situasi semula," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, perbedaan pilihan hanya perbedaan saja.

"Kita jangan menimbulkan hal - hal yang menganggu proses demokrasi. Kembali kita menyatu sebagai rakyat. Bersaudaralah, walaupun dalam pemilihan ada yang menang begitupun sebaliknya, harus diterima dengan pandangan kebesaran jiwa. bukan merasa terpuruk," katanya seraya menambahkan, kepada yang belum berpeluang kali ini, harap dijadikan sebagai pembelajaran karena semua itu adalah sukses yang tertunda.

(akbar)

BERITA LAINNYA

MAJENE 1688420343458472740

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item