Habsi Wahid, Sosok yang Dekat dengan Wartawan


Mamuju, FMS - Selama empat tahun (2016-2021) kepemimpinannya di Kabupaten Mamuju, H Habsi Wahid merupakan sosok bupati yang dekat dengan para wartawan.

Bahkan, kedekatannya dengan wartawan terus dipupuk dan disebarluaskan kepada jajarannya di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Mamuju. 

Habsi bahkan dengan lugas menyampaikan apabila jajarannya tidak kooperatif dengan wartawan, bisa langsung lapor pada dirinya, seperti yang disampaikan beberapa bulan lalu dalam acara silaturahmi dan bincang-bincang bersama Ketua Dewan Pers Yosep Prasetyo dan para wartawan  Mamuju di Sapota.

"Saya tekankan pentingnya pers dan wartawan dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat saat itu. Tanpa mereka segala pembangunan tidak akan diketahui masyarakat," kata Habsi.

Kedekatan Habsi dengan pers juga diakui telah banyak membantu wartawan dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Bahkan, tanpa segan-segan, Habsi seringkali melayani pertanyaan wartawan melalui ponselnya dalam padat kegiatan.

"Walau terkadang ada yang tak terjawab, karena banyaknya pesan masuk dan padatnya kegiatan," ujar Habsi meminta permakluman.

Di setiap kegiatan yang dihadirinya, Habsi juga selalu bertanya terlebih dahulu kepada wartawan yang telah menunggunya. "Apa yang mau ditanyakan?," ujarnya selalu kepada wartawan.

Saat dikerubuti wartawan, Habsi juga tidak pernah membatasi waktu dan pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Hal ini terkadang membuat protokoler sering kali kalang kabut.

"Kadang-kadang kita harus kasih tanda pada para wartawan agar tidak berlama-lama. Karena Bapak Bupati harus segera menghadiri acara lainnya," terang salah satu protokoler yang mewanti-wanti jangan disebut namanya.

Habsi yang berangkat dari birokrasi sebelum terjun ke dunia politik, memahami komunikasi dua arah dengan pers sangat penting dalam menyampaikan berbagai kebijakan.

"Sebagus apapun program kalau tidak tersampaikan kepada masyarakat oleh media, jadi tidak baik. Apalagi masyarakat sekarang semakin cerdas dan haus informasi," terang Habsi.

Sebagai pilar keempat demokrasi, pers memiliki peran vital dalam ikut serta menyebarkan sikap optimistis dalam berbagai kehidupan tanpa kehilangan sisi kritis dalam menyampaikan berbagai hal yang bertentangan dengan semangat revolusi mental saat ini.

Kritikan konstruktif dalam pemberitaan merupakan wujud nyata peran pers dalam ikut serta berderap dalam pembangunan bersama pemerintah.

"Kita tetap butuh masukan, kritik dari pers. Karena dengan hal tersebut kita bisa lebih baik lagi memberikan pelayanan. Yang terpenting berimbang, sesuai fakta dan data, saya selalu menunggu kritik dari pers," pungkas Habsi.

Selama menahkodai Kabupaten Mamuju, program Mamuju Mappaccing telah merubah wajah Mamuju. Program ini sukses di jalankan, bahkan keterbukaan informasi selama kepemimpinan beliau tidak ada yang ditutup-tutupi.

Habsi juga dinilai berhasil dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, kebutuhan masyarakat yang paling orgen pun langsung menjadi perhatiannya, seperti program "Listrik Desa" (LiSa). Kini masyarakat dipedalaman dapat merasakan terangnya kampung mereka.

Dari segi pendidikan dan kesehatan, juga dinilai berhasil. 

Patutlah Habsi disebut "Bapak Perubahan Mamuju".

(*)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 4167289494789830243

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item