Berikut Nama Korban Aksi Demo di Mamuju


Mamuju, FMS - Demo yang dilakukan oleh mahasiswa se-Kabupaten Mamuju, pada Kamis (26/9/2019), berujung ricuh dengan aparat keamanan.

Diketahui, demo tersebut digelar karena menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK).

Ada 15 poin yang menjadi tuntutan mahasiswa.

Setidaknya beberapa orang menjadi korban dari aksi demonstrasi yang berlangsung di halaman Gedung DPRD Sulbar, jalan Abd. Malik Pattana Endeng, Rangas, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Tak hanya dari kalangan mahasiswa saja yang terluka, seorang wartawan, dan aparat keamanan juga turut menjadi korban.

Peristiwa bermula ketika gabungan mahasiswa akan memasuki gedung DPRD yang dijaga ketat aparat kepolisian hingga polisi memukul mundur massa aksi.

Aksi pun menjadi ricuh, hingga kursi di halaman Kantor DPRD dihancurkan massa aksi. Mahasiswa segera berlari dan polisi lalu menembakkan gas air mata.

Massa aksi yang sudah berhamburan lalu dikejar polisi. Ada sekitar beberapa mahasiswa yang mendapatkan luka dari peristiwa tersebut.

Selain itu, seorang wartawan juga turut menjadi korban.

Wartawan dari Katinting.com, Anhar menjadi korban diduga terkena pemukulan oleh polisi.

Walaupun sudah mengenakan atribut pewartanya dengan menggunakan kartu pers, Anhar diduga mendapat pukulan oleh polisi di kepalanya hingga mengakibatkan rasa sakit tak tertahan.

Kejadian tersebut bermula saat polisi akan membubarkan massa pendemo di depan Kantor DPRD Sulbar.

Atas kejadian tersebut, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar melalui Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura memohon maaf atas tindakan tidak terpuji dari anggotanya. Bahkan ia merasa prihatin terhadap korban mahasiswa yang dirawat di RS.

Ia juga berjanji akan memberikan sanksi kepada petugas yang melakukan tindakan tidak terukur.

Berikut data lengkap korban demo mahasiswa yang berakhir dengan kericuhan,

1. Herik (20), Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tomakaka Mamuju, mengalami luka robek pada kepala dan dijahit sebanyak enam jahitan, luka memar di perut dan luka memar di lutut sebelah kiri akibat berbenturan sendiri dengan teman-teman seprofesinya.

2. Sugiratna (19), Mahasiswa Poltekkes Mamuju yang dirawat karena sesak nafas

3. Laili Reski Ramadhani, Mahasiswa Gizi Poltekke Mamuju, diagnosa kecapean dan saat ini diinfus di IGD RS Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso.

Adapun mahasiswa lainnya yang merasa sakit juga telah diberikan pengobatan hanya saja mereka tidak sampai dirawat.

Sementara dari pihak kepolisian, salah satunya harus terluka dengan luka robek pada hidung, hanya saja ia menolak untuk dirawat.

(Ani)

Related

MAMUJU 5507381732029791515

Post a Comment

emo-but-icon

BERITA Populer Minggu Ini

item