Kades Topoyo Dukung Wacana Pembuatan Kamus Bahasa Daerah

Kades Topoyo, Masri Ridwan (Foto: Jamal Tanniewa/FMS)
Mateng, fokusmetrosulbar.com--Beberapa waktu lalu, salah seorang legislator Mamuju Tengah, Fatahuddin Al-ghafiqi sempat menyatakan keprihatinannya akan tergerusnya budaya dan kearifan lokal di Mateng. Salah satunya yang disorot adalah bahasa daerah Topoyo yang dikhawatirkan punah. Kekhawatiran itu kemudian membuat Fatahuddin mewacakan pembuatan kamus bahasa daerah Topoyo.

Baca: Legislator Usul, Bahasa Daerah Topoyo Dibuatkan Kamus

Ternyata kekhawatiran legislator Bumi Lalla Tassisara ini dirasakan sama oleh Kepala Desa Topoyo, Masri Ridwan.

Ditemui di kantornya, Kamis (10/8) Masri menjelaskan, bahwa Topoyo merupakan bagian sejarah yang memiliki arti pada masa kerajaan Budong- Budong. Dimana Budong-Budong sendiri adalah peradaban tua di Mamuju Tengah dan Topoyo adalah bagian tak terpisahkan. Dikisahkan Masri, dahulu kala terdapat suatu kampung bernama Tangkau yang merupakan kampung tertua di Budong-Budong. Di situ mula cikal bakal lahirnya Topoyo.

Konon kala terdapat dua orang kakak-beradik. Namun sang adik selalu taat dan patuh kepada kakaknya.

"Apa yang diamanahkan atau di perintahkan oleh seorang kakak kepada adiknya pasti dituruti," kata Masri mengisahkan.

Zaman kerajaan Budong-Budong masa itu, kakak beradik yang berasal dari kampung Tangkau memerintahkan adiknya tinggal di wilayah Topoyo. "Tapi saat itu Topoyo belum memiliki nama," terang Masri di ruang kerjanya.

Sang adik kemudian meminta petunjuk kepada kakaknya untuk memberi nama wilayahnya, lalu diberilah nama oleh sang kakak dengan sebutan Topoiyo, sesuai karakter adiknya yang penurut.

"Jadi "To" itu artinya seseorang, dan "Poiyo" artinya mengiyokan atau mengiyakan, itu karena adiknya selalu penurut. Apa saja yang di perintahkan oleh kakaknya pasti diruti. Maka Topoiyo lah nama wilayah saat itu," jelasnya.

Dalam perkembangan selanjutnya jadilah daerah Topoyo. Masri menuturkan bahwa daerah ini sarat akan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal daerah.

Karena itu, sebagai putra daerah asal Topoyo, Mateng, Masri Ridwan berniat mempertahankan sejarah dan kearifan lokal yang ada. Ia pun merencanakan pengembangan potensi alam, juga programkan struktur lembaga adat yang ada di wilayahya itu.

"Saya sudah programkan, dan melibatkan warga setempat sesuai garis keturunannya," ucap Masri, Kamis.

Terkait kamus bahasa Topoyo yang diusulkan legislator Mateng, dia mengaku sangat mengapresiasi. "Itu merupakan hal positif yang patut didukung," akunya.

Kades Topoyo ini sangat merespon apa yang disampaikan salah satu anggota dewan tersebut, karena sebagai putra daerah ia merasa harus terlibat dalam mendukung upaya mempertahankan budaya, bahasa dan adat istiadatnya.

Dia pun berharap, pengembangan adat, budaya dan bahasa asli Topoyo didukung oleh semua pihak. (jml/har)

BERITA LAINNYA

MATENG 5208542691529750352

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item