Soal Oknum Polisi Aniaya Warga, Kapolda Sulbar Tegaskan Segera Diusut

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar

Mamuju, FMS - Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar angkat bicara soal dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi di jajaran Polda Sulbar. Dirinya mengatakan, kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi segera diusut tuntas.

Saat ini kasus tersebut sedang ditangani  Dirsabhara Provost Polda Sulbar dan pihaknya akan bersikap profesional dalam melakukan penyelidikan.

"Saya sudah perintahkan Dirsabhara Provost untuk segera mendatangi rumah korban. Kita akan proses sesuai hukum yang berlaku jika terbukti anggota Polisi melakukan penganiayaan," tegas Kapolda, Minggu (17/2/2019).

Dia menjelaskan, semua proses dilakukan secara cepat. "Kita minta agar korban segera divisum. Proses selanjutnya adalah meminta keterangan dari korban.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah oknum polisi yang tengah melakukan patroli di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, diduga melakukan penganiayaan terhadap dua remaja yakni, Nawir (19), warga Sese, Simbuang, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju dan Rian (16), warga Kelurahan Rimuku.

Menurut keterangan korban Nawir yang tengah di rawat di UGD RS Regional, kejadian tersebut berawal saat ia dan dan temannya usai bermalam minggu di Anjungan Pantai Manakarra, saat berjalan hendak pulang untuk mengambil motornya, sejumlah oknum polisi berseragam yang sedang melakukan patroli meneriakinya dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan.

"Saya diteriaki kata-kata yang tidak pantas. Saya tidak tahu masalahnya apa karena tiba-tiba sejumlah oknum Polisi berteriak ke saya dan temanku disaat saya akan mengambil motorku yang terparkir didepan Anjungan," ujarnya. Minggu (17/2/2019).

Nawir menambahkan, tak sampai disitu, dirinya bersama temannya kemudian dipukul, ditendang dan dikeroyok bahkan ditempeleng (tampar).

"Saat diatas kendaraan, kami diapit oleh oknum polisi itu. Sebagian oknum polisi itu menggunakan motor merk kawasaki ninja dan pas di Jalan Badau Kelurahan Rimuku, depan hotel Pantai Indah, samping kantor Res Narkoba Polres Mamuju, saya dan temanku kembali dianiaya," sebutnya.

Untungnya, kata Nawir, dirinya bersama temannya sempat ditolong oleh oknum Polisi dari rekan mereka yang mengeroyoknya dan meminta agar pemukukan itu dihentikan.

"Saya ditendang di dada, kepalaku dipukul pakai helm, badanku dipukul pakai bambu oleh sejumlah oknum polisi itu dan untungnya, ada satu oknum polisi teman mereka melarang teman-temannya melanjutkan pemukulan itu. Saya dipeluk. Andaikan saya tidak ditolong pada saat itu, mungkin nyawa saya sudah tidak ada," beber nawir.

"Kemudian ada salah satu oknum polisi itu berbicara, dia bilang, salah memangko, kenapa lari," tambah Nawir.

Selanjutnta, kata Nawir, dirinya bersama temannya dibawa ke Polres Metro Mamuju untuk diinterogasi dan selanjutnya dibawa ke rumah temannya di Kelurahan Rimuku.

Dari kejadian itu, Nawir mengalami sakit dibagian dada, luka memar dibeberapa bagian tubuhnya dan sementara di rawat di UGD RS Regional sedangkan temannya mengalami luka yang tidak cukup parah.

"Saya minta keadilan dan segera diproses hukum oknum-oknum anggota  polisi tersebut," tandasnya.

(Ayhi)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 2031980991906428364

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item