Polda Sulbar Buka Pendaftaran Polri


Mamuju, FMS - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat kembali membuka pendaftaran calon Polri tahun 2019.

Menurut Kepala Biro (Karo) sumber daya manusia (SDM) Polda Sulbar Kombes Pol Nuryanto, SIK menyampaikan, untuk masing-masing peserta Taruna AKPOL akan merekrut sebanyak 250 orang peserta diantaranya, 220 pria dan 30 wanita.

Untuk Bintara Polisi Tugas Umum (PTU) sebanyak 7.975 orang, diantaranya 7.575 pria dan 400 wanita yang terdiri dari Bintara PTU, Bintara Kompetensi Khusus, Talent Scouting dan Bintara PPKT (Perbatasan dan Pulau Kecil Terluar).

Untuk Bintara BRIMOB sebanyak 750 orang, Bintara Polair sebanyak 150 orang dengan pendidikan setara SMK, jurusan pelayaran/perkapalan), Tamtama Brimob sebanyak 200 orang dan Tamtama Polair sebanyak 100 orang.

Untuk persyaratan umum diantaranya, berumur paling rendah 16 tahun, sehat jasmani dan rohani, dan bebas narkoba, tidak sedang terlibat kasus pidana, atau pernah dipidana, bersedia ditempatkan diseluruh Indonesia, sesuai Satker jurusannya.

"Informasi lengkapnya bias diakses di www.penerimaan.polri.go.id," sebut Nuryanto, Selasa (12/3/2019).

Penerimaan seleksi Polri ini konsisten menggunakan prinsip Bersih, Transfaran, Akuntabel dan Humanis (Betah), demi mewujudkan calon polri yang berkualitas.

"Ingat pendaftaran ini tidak dipungut biaya (gratis)," ucap Nuryanto.

Dia menjelaskan, jika ada calon yang menawarkan dan mengiming-imingi kelulusan agar segera melaporkan dan memastikan akan memberikan sanksi yang seberat-beratnya hingga pada PTDH jika terbukti.

Nuryanto juga menyampaikan, agar para calon tidak terpedaya dengan bujuk rayu para calo, maka peserta beserta orang tua harus mengetahui modus para calo sebagai berikut,

1. Menjanjikan kelulusan bagi calon peserta, lalu calon peserta memberikan jaminan buku tabungan, sertifikat tanah/bangunan, BPKB kendaraan, dan ada istilah "uang mati"

2. Untuk meyakinkan korban calo meminta fotocopy berkas peserta dengan alasan akan diserahkan kepada panitia yang bisa membantu

3. Mengaku mengenal pejabat polda, anggota maupun panitia seleksi yang dapat membantu mengatur dan menambah nilai tes peserta. Untuk meyakinkan korban, calo akan memperlihatkan foto bersama dengan pejabat Polda ataupun panitia.

"Olehnya itu, pihaknya berharap agar para rekan-rekan media menyampaikan hal ini kepada masyarakat melalui pemberitaan baik media sosial dan lainnya sehingga penerimaan Polri ini betul-betul bersih dari percaloan," ujar Nuryanto.

(Jaya)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 502707634189668664

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item