Gerakan Benahi Tatanan Sosial, Bupati Mamuju Harap Bantuan dari Masyarakat

Bupati Mamuju H. Habsi Wahid, saat menyampaikan ceramah di Kecamatan Mamuju (Foto: hms-dia)
Mamuju, fokusmetrosulbar.com-- Kurang lebih satu tahun tiga bulan, Kabupaten Mamuju dipimpin oleh pasangan H. Habsi Wahid bersama H. Irwan SP. Pababari. Selama kurun waktu tersebut, H. Habsi Wahid mengakui masih terdapat beberapa kondisi tatanan sosial masayarakat Mamuju yang perlu dibenahi, termasuk kodisi religi masyarakat dan lingkungan.

Dalam upaya membenahi tatanan sosial masyarakat tersebut, ada tiga gerakan yang tengah diusung oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju yang membutuhkan bantuan dan dukungan dari masyarakat Mamuju sendiri. Ini disampaikan oleh Habsi saat sambutan di Masjid Muttahida Mamuju dalam rangkaian Safari Ramadan Kecamatan Mamuju, Sabtu (10/6).

Habsi menguraikan, gerakan pertama ialah, Gerakan Kembali Bersekolah. Dibuat atas dasar masih banyaknya anak-anak usia sekolah yang berada di luar satuan pendidikan, yang menurutnya akan sangat mempengaruhi tatanan sosial masyarakat apabila tidak segera diatasi. Dalam menunjang gerakan tersebut, Pemerintah Kabupaten memberikan bantuan seragam sekolah gratis berikut perlengkapan sekolah lainnya kepada siswa baru jenjang SD dan SMP.

“Insya Allah masa jabatan lima tahun ini tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah. Tapi ini tidak akan tuntas kalau tanpa bantuan masyarakat,” sebutnya.

Habsi melanjutkan, kedua, Pemerintah Kabupaten Mamuju  mengusung Gerakan Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an. Sebab ternyata, berdasarkan hasil survey Departemen Agama Mamuju bersama Dinas Pendidikan, hanya 40% anak usia sekolah yang mampu membaca Al-Qur’an.

“Kita ketahui bersama bahwa Al-Qur’an adalah pedoman bagi umat muslim, kalau generasi kita tidak memahami ini, tidak mampu membaca Al-Qur’an, ya saya tidak bisa bayangkan bagaimana jadinya generasi kita kedepan, ini harus juga kita tuntaskan, kita selesaikan bersama-sama,” ajak Habsi.

Bentuk konkret gerakan pengentasan buta aksara Al-Qur’an, Pemerintah Kabupaten Mamuju membuat program pembangunan Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA) secara bertahap disetiap desa/kelurahan yang telah berjalan sejak Januari 2017.

Sementara, gerakan ketiga yakni Gerakan Mamuju Mapaccing. Dimana, pemerintah berupaya sedikit demi sedikit merubah mindset masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan, yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Terkait gerakan ini, Habsi berharap agar masayarakat Mamuju dapat kembali menumbuhkan sikap gotong-royong agar masalah kebersihan tidak hanya diatasi oleh pemerintah tetapi juga masayarakat itu sendiri.

“Dulu waktu saya kecil, saya ingat persis, orang-orang tua kita bergotong royong untuk membersihkan lingkungan, di depan rumah ada yang kotor, kita bersihkan sendiri, got ada yang buntu, kita bersihkan sendiri, kenapa dalam kondisi sekarang ini kita tidak bisa melakukan itu, padahal hanya beberapa waktu saja kita memperhatikan kondisi lingkungan kita," kata Mantan Sekretaris Daerah Mamuju ini.

Habsi berharap tiga gerakan tersebut mendapat dukungan dan kerjasama dari masyarakat, sehingga kondisi tatanan sosial masyarakat kabupaten mamuju jadi lebih meningkat dan visi pemerintah untuk menjadikan mamuju maju, sejahtera dan ramah dapat tercapai. (Hms- Dia/har)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 203314027031708765

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item