Harga Sembako Melambung, Disperindag Pantau Harga

Mamuju Tengahfokusmetrosulbar.com -- Kenaikan harga sejumlah bahan pokok pada bulan suci ramadan, meresahkan warga Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. 

Warga khawatir, lonjakan harga semakin naik sehingga tidak terjangkau saat lebaran tiba. Pemkab Mateng diharapkan aktif memantau pasar guna menekan harga sembako. "Selama puasa hampir semua kebutuhan pokok naik. Beras, rempah, ikan, telur dan gas juga ikut naik," keluh Herlina, ibu rumah tangga asal Budong-Budong, Kamis (8/6).      

Kata dia, sekalipun kenaikan setiap jenis terbilang kecil, tapi dampak pada rumah tangga sangat besar. Sebab belanja kebutuhan sehari-hari cukup banyak. Jika disatukan nilainya akan besar. "Makanya Disperindag perlu mengantisipasi," pintanya.   
   
Staf bidang sarana distribusi perdagangan, Disperindag Mateng Reynaldo Silaban SE, membenarkan adanya kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasar. 

Kenaikan itu diketahui setelah pemantauan harga pada Mei hingga minggu ke-II Juni 2017. Khususnya bawang putih sangat melonjak drastis. Dari Mei ke Juni mengalami peningkatan harga 43 persen. Yakni Rp35.000 jadi Rp50 ribu perkilogram (kg). "Peningkatan signifikan ini terjadi akibat pasokan stok dari luar daerah sangat kurang," katanya.  

Pantauan harga sembako beberapa pekan ini, tercatat sejumlah kebutuhan mengalami kenaikan. Namun belum dilakukan penekanan sebab dianggap masih wajar.

Reynaldo mengurai, harga beras merah naik 42 persen dari Rp12 ribu jadi Rp17 ribu perliter. Ketan putih juga naik 28 persen dari Rp12,5 ribu jadi Rp16 ribu per kg. Sementara ketan hitam naik 11 persen dari Rp27 ribu jadi Rp30 ribu perliter.   

Selain beras gula aren juga naik 33 persen. Telur ras, telur itik dan harga daging ayam broiler pun ikut merangkak. Garam beryodium kasar naik 75 persen dari Rp1000 jadi Rp1.750  perbungkus. "Tapi garam beryodium halus tetap stabil," jelasnya. 

Beberapa bahan lainnya seperti tepung terigu, kacang tanah lokal, dan ikan air tawar, selama puasa harganya meningkat. Elpiji 3 kg juga naik hingga 22 persen. Sebelum puasa harga eceran Rp18 kini Rp22 ribu. Tukaran elpiji 15 kg sekarang Rp185 ribu yang sebelumnya hanya Rp170 ribu. "Terjadi kenaikan Rp15 ribu," rinci Reynaldo.   

Sekaitan adanya kenaikan sejumlah bahan pokok, Disperindag Mateng akan terus memantau ketersedian stok sembako. Tinakan tersebut guna mengantisipasi harga agar tidak melambung lebih tinggi. (jml/riz)   

BERITA LAINNYA

MATENG 4611695504229410411

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item