Australia Tawarkan Beasiswa, Mahasiswa Indonesia Timur Prioritas


Konsul Jenderal Australia, Richard Mathews saat berbincang dengan sejumlah wartawan di Villa Bogor Majene.
Majene, fokusmetrosulbar.com-- Pemerintah Negara Persemakmuran Australia kembali menawarkan beasiswa kepada 300 mahasiswa Indonesia. Beasiswa untuk program pasca sarjana (Master dan PhD) tersebut diklaim memiliki keunggulan dari beasiswa negara atau lembaga lain.

Konsul Jenderal Australia, Richard Mathews mengatakan, keunggulan beasiswa Australia selain menyediakan faslitas pendidikan, Australia Award Scholarships juga mengakomudir kebutuhan hidup, transportasi hingga biaya keluarga mahasiswa. "Jadi yang sudah berkeluarga bisa bawa istri dan anaknya ke Australia," kata Richard di Villa Bogor Majene, Rabu (19/7) malam.

Kepada sejumlah wartawan Richard menegaskan, untuk tahun berikutnya pihaknya akan memprioritaskan penerima Australia Award Scholarships dari kawasan timur Indonesia. Alasannya kata dia, karena selama ini beasiswa Australia terus didominasi mahasiswa asal pulau Jawa dan Indonesia Barat.

"Jadi kita berharap kedepan lebih banyak dari Indonesia Timur, termasuk dari Sulbar," ucapnya.

Ditanya bagaimana meraih beasiswa Australia, Konsul Jenderal yang berkantor di Wisma Kalla Makassar ini menjelaskan, syarat untuk mengikuti seleksi beasiswa Australia yakni untuk program Master harus memiliki nilai IPK minimal 2,9, kemampuan bahasa Inggris di atas 5,5 IELTS (International English Language Testing System) dan skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language) 525. Sedangkan untuk program PhD, kemampuan bahasa IELTS nilai 6,0 dan skor TOEFL minimal 550.

Selain beasiswa program pasca sarjana (long term awards) Pemerintah Australia juga menyediakan beasiswa pendek atau short term awards. Program ini diperuntukkan untuk setiap individu yang ingin mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Beasiswa pendek tersebut dikemas dalam bentuk lokakarya, kursus dan pelatihan di negara Kanguru.

"Kalau ini prioritas kesempatan akan diberikan kepada perempuan yang menyandang disabilitas. Di Australia dia akan dibekali kursus dari lembaga pendidikan terkemuka," katanya.

Kehadiran Konsul Jenderal Australia Richard Mathews di Villa Bogor Majene juga sempat memberikan pandangan soal pariwisata di Sulbar khususnya di Kabupaten Majene. Mathews mengatakan, jika diamati Majene memiliki potensi pariwisata yang cukup bagus, namun menurutnya industri pariwisata harus dikerjakan dengan baik dan perlahan.

"Pembangunan industri pariwisata itu harus dilakukan secara bertahap dengan memperhitungkan ketersediaan anggaran," katanya.

Dia menilai, untuk Majene, wisata minat khusus tampaknya akan memiliki peluang yang lebih baik. (har)

BERITA LAINNYA

#NASIONAL 1599401701059175252

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item