Siswa SMPS Salma Diduga Dianiaya Kepsek Hingga Dirawat di Rumah Sakit

Siswa SMPS Salam saat dirawat di RS. Banua Mamase (Foto: Frendy/FMS)
Mamasa, fokusmetrosulbar.com--Seorang siswa, Gusti (14) kelas VIII SMPS Salma (Salu Mandalle), Kecamatan Tawalian, Kabupatan Mamasa mengaku dianiaya kepala sekolanya SL. Tak ayal, siswa Gusti terpaksa mendapatkan perawatan di RS Banua Mamase sejak Kamis 27 Juli 2017 lalu.

Ditemui wartawan fokusmetrosulbar.com Gusti menuturkan, saat itu Kepala Sekolah SL memegang kerah baju miliknya kemudian membenturkan kepala Gusti ke tembok.

"Dia (Kepsek, red) menendang saya hingga saya pingsan,” ungkap Gusti saat di temui di RS Banua Mamase.

Dikatakan, kekerasan itu bermula saat dia dan beberapa teman sekelasnya ribut saat jam pelajaran berlangsung. Kepala sekolah SL kemudian mendatangi kelas Gusti dan meminta para siswa tidak ribut.
Karena teguran Kepsek tak diindahkan, dan bahkan merasa di olok-olok siswanya, Kepsek SL akhirnya naik pitam hingga melakukan perbuatan yang diduga kekerasan terhadap siswanya itu.

Namun, saat dikonfirmasi ke pihak sekolah, Kepsek SL membantah hal tersebut. Kata dia, dirinya hanya membentak Gusti.

“Saya hanya menegur Gusti dan teman-temannya yang ribut di kelasnya," terang SL.

Lebih lanjut SL menerangkan bahwa Gusti tidak menghiraukan saat dirinya menegur, bahkan memperlihatkan perilaku yang kurang sopan.

"Akhirnya saya membentak Gusti. Dan saat itu ia mengalami kesurupan," katanya.

Kepsek dengan tegas membantah jika dirinya dituduh melakukan kekerasan pada anak didiknya sendiri. "Yang benar saya hanya memarahi mereka dengan suara keras. Saya memang sempat memegang kerah bajunya, tapi tidak ada mencekiknya apalagi menendang," aku SL.
Pengakuan SL dibenarkan oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tawalian, Daud. Menurut Daud, saat kejadian dirinya kebetulan berkunjung ke sekolah tersebut dalam rangka tugas. Namun, aku Daud, tak pernah melihat SL mencekik atau menganiaya siswanya yang bernama Gusti.

“Yang terjadi adalah siswa Gusti mengalami kesurupan setelah dimarahi oleh kepala sekolah. Namun tak ada saya liat dia dianiaya. Justru pada saat kesurupan itu, dia berusaha mencekik lehernya sendiri. Nah, bersama salah seorang guru di sini, kami berusaha lepaskan tangannya saat akan cekik lagi lehernya,” ujar Daud.

Berdasarkan informasi terakhir yang dihimpun wartawan, Sabtu (29/7) kondisi siswa Gusti sudah mulai membaik dan akan meninggalkan Rumah Sakit. (mg1/har)

BERITA LAINNYA

MAMASA 7158488082386595003

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item