Fahmi Akui Banyak Keluarganya Jadi Korban Dalam Peristiwa Korban 40 Ribu Jiwa

Bupati Majene Fahmi Massiara saat meletakkan karangan bunga di makam korban 40ribu jiwa Galung Lombok

Majene, FMS - Bupati Majene Fahmi Massiara mengaku, banyak keluarganya turut menjadi kroban dalam peristiwa pembantaian 40 ribu jiwa oleh pasukan Reymond Paul Pierre Westerling pada tanggal 11 Desember 1946.

Pernyataan ini dikemukakan Fahmi Massiara saat peringatan hari berkabung rakyat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman, Selasa (11/12/2018).

Menurutnya, peringatkan hari berkabung itu merupakan wujud perenungan atas para korban yang rela mengorbankan nyawa demi bangsa dan negara.

"Sebagai masyakarat dan atas nama pemerintah daerah kita akan meneruskan cita-cita korban dalam wujud pembangunan. Dan kita telah melakukan upaya memberikan reward kepada keluarga korban," sebut Fahmi Massiara.

Penghargaan yang diberikan kepada keluarga korban telah dialokasikan kepada instansi terkait. "Meskipun tidak seberapa, tapi adalah. Yang penting kita punya kepedulian terhadap keluarga korban," tutur Fahmi.

Dia berharap agar Pemprov Sulbar memberikan perhatian juga terhadap monumen dan makam korban 40 ribu jiwa yang ada di Galung Lombok.

Karena katanya, kejadian ini tidak semua ada di Indonesia.

"Leading sektor rehabilitasi dan revitalisasi bangunan monumen makam 40 ribu jiwa ada di provinsi. Mudah-mudahan segera dialokasikan untuk pembangunannya melalui kementerian," pungkas Fahmi Massiara.

Turut hadir dalam acara itu, Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, Dandim 1401 Majene Letkol Inf Ragung Ismail Akbar,

Penulis : Akbar

BERITA LAINNYA

MAJENE 6206251062936223660

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item