Berikut, 5 Parpol Lolos DPR RI

Survey Etos Institute

Jakarta, FMS - Lembaga survei Etos Institute melakukan survei popularitas dan elektabilitas partai politik di enam kota besar yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar dan Bandung. Hasilnya, tiga parpol politik lama yakni PDIP, Golkar dan PPP menjadi parpol yang banyak dikenal.

Sementara, parpol yang berdiri setelah era Reformasi yang banyak dikenal responden adalah Partai Demokrat.

"Partai-partai politik lama seperti Golkar, PPP dan PDIP dikenal oleh 99 persen responden, pengecualian terjadi pada Partai Demokrat yang juga dikenal oleh 99 persen responden," kata Direktur Infokom ETOS Institute, Rahmat Shaleh di kantor Graha Jurnalis, Jakarta Selatan.

Alasan masyarakat banyak yang mengenal Demokrat karena sosok sang Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).

"Disebabkan oleh figur SBY dan masa 2 kali pemerintahannya," ujarnya.

Di urutan ke-4 parpol yang banyak dikenal publik adalah Gerindra. Sementara parpol baru yang banyak dikenal masyarakat di urutan pertama adalah Perindo.

"Partai baru yang cukup cepat dikenal responden adalah Partai Perindo 81 persen, Berkarya 66 persen dan PSI 57 persen. Angka popularitas ketiga partai justru mengungguli tingkat popularitas partai terdahulu seperti PBB 67 persen dan PKPI 53 persen. Sedangkan Partai Garuda hanya dikenal oleh 3 persen responden saja," jelasnya.

Sementara dari sisi elektabilitas, PDIP menempati urutan pertama dengan 21,2 persen responden, disusul oleh Gerindra di peringkat kedua dengan 19,8 persen, lalu Golkar di peringkat ketiga dengan 16,1 persen.

"Kemudian Demokrat 14,9 persen, PKB 6,7 persen, NasDem 3,1 persen, PAN 2,9 persen, Perindo 2,6 persen, PKS 2,3 persen, PPP 2,1 persen, Berkarya 1,9 persen, PSI 1,7 persen, Hanura 1,6 persen, PBB 1,4 persen, PKPI 1,1 persen, Garuda 0,4 persen," katanya.

Dengan ambang batas parliementary threshold (PT) saat ini yakni empat persen, maka hanya lima partai politik saja yang lolos yakni PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat dan PKB.

"Maka amat mungkin muncul partai lain yang juga lolos dari ambang batas parlemen," katanya.

Survei dilakukan pada WNI yang memiliki hak pilih atau berusia 17 tahun ke atas dengan wawancara tatap muka menggunakan kuisioner terstruktur. Survei dilakukan pada 1-15 Desember 2018 di enam kota besar yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar dan Bandung.

Jumlah sample 2.000 responden yang tersebar secara proporsional di enam kota besar tersebut. Margin of error dari survei ini adalah +-2,9 persen. Metode survei yakni multi-stage random sampling.

(*)

BERITA LAINNYA

NASIONAL 2239488434270593785

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item