Walau Buta, Fahrul Mampu Hapal Al-Qu'ran dan Kuasai Perkalian


Mateng, FMS - Mampu menghafal Al-Qur’an adalah karunia Allah yang tak ternilai harganya, dan tidak semua orang diberikan karunia ini.

Menghafal Al-Qur'an itu mudah, tidak sulit. Ia bisa dilakukan siapa saja, berapapun usia dan apapun profesi seseorang bukan menjadi faktor dan alasan yang membuat menghafal itu menjadi susah. Balita, anak-anak, remaja, tua dan dewasa, semua bisa menghafalkan Al-Qur'an. Sampai-sampai seorang buta pun bisa melakukannya. Inilah yang terjadi pada seorang anak tunanetra asal Dusun Palapi, Desa Lamba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulbar. Buta namun hafal Al-Qur'an.

Fahrul namanya, ia adalah seorang anak yang lahir kurang beruntung layaknya manusia normal lainnya.
Anak ini lahir dalam kondisi tidak dapat melihat (buta).

Sebagaimana orang buta lainnya, ia tidak bisa banyak melakukan sesuatu, terbatas oleh ketidakmampuannya untuk melihat. Namun, meski buta ada yang unik pada anak ini, ternyata Fahrul telah berhasil menghafalkan Al-Qur'an. Bahkan, ia enam kali tamat Al-Qur'an

Sejak awal ia melakukannya (menghafal) dengan penuh kesabaran, dan didorong oleh motivasi yang tinggi.

Bahkan di usianya yang ke-12 tahun, ia berhasil menguasai perkalian. Sesuatu yang tidak semua orang dapat melakukannya, oleh manusia normal sekalipun.

Fahrul, lahir 12 Mei 2007. Ia hidup dari keluarga yang terbilang sangat kekurangan dari segi ekonomi. Ayahnya, Muh. Amin berprofesi sebagai petani, sedangkan ibundanya hanya seorang ibu rumah tangga.

Walau tak pernah menjenjang pendidikan di sekolah. Namun, soal keahlian, Fahrul tidak kalah dengan anak-anak lainnya yang normal.

Fahrul terbilang anak yang hebat di usianya, walaupun memiliki kekurangan, Fahrul tetap semangat, tidak minder bergaul.

Selama hidup dalam keterbatasan, Fahrul tak pernah tersentuh tangan kasih dari pemerintah. Perhatian pemerintah setempat seolah melupakan  keberadaan seorang anak yang hebat di daerah itu.

Fahrul sangat mendambahkan pendidikan. Namun, apa daya. Ibarat punguk merindukan bulan. Begitulah gambaran kisah yang dialami Fahrul yang lahir sejak buta.

"Saya ingin sekali bersekolah seperti anak-anak lainnya. Tapi tidak ada uangnya bapakku untuk beli alat sekolah dan lainnya," keluh Fahrul.

"Saya ingin sekali membahagiakan bapak sama mamaku. Kalau saya bisa sekolah sampai selesai kuliah dan bila besar nanti bisa dapat kerja dan hidupi mama dan bapakku," lanjut Fahrul berharap.

Sementara itu, salah satu pemuda, Ariadman Arhy berharap, pemerintah setempat agar dapat mendata anak-anak yang kekurangan fisik serta memberikan perhatian yang serius.

"Saya berharap kepada pemerintah, terkhusus instansi terkait, setidaknya bisa mendata dan memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita seperti ini, dan buat saudara-saudara yang masih memiliki rejeki lebih, berbagilah buat saudara kita yang seperti ini. Insyah Allah rejeki kita kedepan semakin dilipat gandakan oleh Allah. Amin," harapnya. Selasa (22/1/2019).

Berikut videonya,


(Ani)

Related

MATENG 9155657673457180456

Post a Comment

emo-but-icon

BERITA Populer Minggu Ini

item