Pengguna WhatsApp Diimbau Perbarui Aplikasi Untuk Hindari Spyware

ilustrasi

Jakarta, FMS - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengimbau kepada para pengguna setia WhatsApp untuk melakukan pembaruan sistem pada aplikasi. Hal ini dilakukan agar terhindar dari spyware yang dapat mencuri data percakapan pengguna melalui fitur free call.

Melalui akun resmi Twitternya, BSSN juga menyerukan kepada masyarakat untuk melakukan pembaruan sistem terhadap aplikasi selain WhatsApp.

Lembaga riset keamanan siber CISSRec mengungkapkan betapa berbahayanya spyware bagi para pengguna WhatsApp. Spyware masuk melalui fitur call dan akan menimbulkan dampak yang cukup parah, di mana para peretas dapat mengambil alih sistem operasi pada Android maupun iOS.

"Sebagai pengguna sudah semestinya berhati-hati ketika melakukan komunikasi. Kasus penyusupan spyware pada WhatsApp menunjukan bahwa aplikasi pesan instan paling populer di dunia ini memiliki celah keamanan yang dapat ditembus," kata Chairman CISSRec Pratama Persadha, Rabu (15/5/2019).

Lebih lanjut kata Pratama, bahaya spyware tidak hanya mencuri data percakapan namun sistem berbahaya itu bisa menginfeksi pengguna saat mengangkat panggilan WhatsApp dari nomor penyerangnya.

Anti-malware Expert Kapersky Lab Victor Chebyshev pun angkat suara terkait masalah spyware yang menimpa WhatsApp. Senada dengan BSSN, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh pengguna WhatsApp untuk segera melakukan pembaruan.

"Informasi terbaru menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber memanfaatkan beberapa kerentanan, termasuk kerentanan zero-day untuk iOS, dan serangan tersebut adalah serangan multi-stage, dimana memungkinkan pelaku kejahatan siber mendapatkan pijakan pada perangkat dengan menginstal aplikasi spyware di atasnya," kata Chebyshev.

"Mengingat bahwa kerentanan ini tampaknya mengeksploitasi baik perangkat Android dan iOS, maka mereka sangat berbahaya. Kami mengajak semua pengguna sesegera mungkin menginstalasi pembaruan yang baru di rilis pada perangkat lunak Anda untuk memblokir kerentanan yang dieksploitasi oleh malware," lanjut dia.

Sebelumnya, WhatsApp telah menemukan spyware yang menginfeksi beberapa ponsel. Korban ponsel ini menjadi target dari panggilan suara dalam aplikasi. Dilansir dari Time, Financial Times mengidentifikasi pelaku sebagai Kelompok NSO Israel.

Juru Bicara WhatsApp mengungkapkan pihaknya tidak menyangkal kejadian spyware tersebut.

Spyware itu mampu menembus ponsel melalui panggilan tak terjawa sendiri melalui fungsi panggilan suara aplikasi. Namun jumlah pengguna yang menjadi korban terinfeksi spyware belum diketahui. (*/cnnindonesia.com)

BERITA LAINNYA

NASIONAL 2151675915608901979

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item