SD Negeri 2 Majene Lepas & Tamatkan 102 Peserta Didik


Ketua PGRI Cabang Banggae Timur Hj Fatmawati Fahmi saat memberi penghargaan kepada orang tua & murid berprestasi. foto : bima


Majene, FMS -- Sedikitnya 102 Peserta Didik Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kampung Baru Kabupaten Majene dilepas dan ditamatkan pada tahun pelajaran 2018/2019 di Aula Tammajarra LPMP Sulawesi Barat Kelurahan Rangas Kabupaten Majene, Senin (24/6/2019).

Dalam laporannya, Kepala SD Negeri 2 Kampung Baru Majene - Nurmadia menyebut, tahapan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan ujian-ujian lainnya, peserta didiknya telah berhasil lulus tanpa kendala.

Terbukti, 52 murid laki-laki dan 50 murid perempuan kelas VI yang ikut ujian, semuanya dinyatakan lulus 100 persen.

Dari sekian murid yang dinyatakan lulus, ada beberapa yang masuk kategori berprestasi.

Dia berharap bagi murid yang belum berprestasi agar terus belajar supaya di jenjang pendidikan lebih tinggi dapat bersaing dengan murid dari sekolah lain.

Sementara, Ketua Komite Mansyur T berucap terima kasih dan penghargaan kepada segenap guru dan tenaga pendidik di SD Negeri 2 karena telah memberikan kompetensi, literasi, dan karakter serta akhlak mulia.

Mantan Kadis Pendidikan dan Kepala BPBD ini mengapresiasi peran guru dan tenaga pendidik di SD Negeri 2 karena telah berhasil mentransfer ilmunya kepada peserta didik.

"Semoga menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT," ucapnya.

Kesempatan sama, Kepala PGRI Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, Hj Fatmawati Fahmi juga mengapresiasi kegiatan penamatan yang dilakukan oleh SD Negeri 2 Kampung Baru karena dapat mengemas acara secara baik.

Selaku ketua PGRI Cabang Banggae Timur, ia mengapresiasi atas kehadiran Kadis Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta gugus gotong royong.

SD Negeri 2 dia akui sebagai pemilik segudang prestasi karena adanya kerja sama dan sinergitas semua pihak.

Lebih jauh katanya, sebagai orang tua dan pernah jadi pengurus komite sekolah supaya orang tua tidak berkecil hati jika anaknya belum meraih prestasi dalam penamatan.

"Jangan membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain karena akan melukai hatinya. Mungkin saja nantinya, anak-anak kita akan berprestasi di tempat lain. Jadikanlah anak-anak kita berkarakter dan berakhlak mulai sebagai penerus generasi cemerlang kedepan," katanya.

Ia juga menyinggung soal zonasi agar tidak dipersoalkan oleh orang tua siswa.

"Biarkan anak-anak kita menentukan pilihan dimana dia akan mengenyam pendidikan. Biarkan mereka berinovasi," katanya.

Tak lupa ia berterima kasih kepada guru dan tenaga pengajar di SD Negeri 2 Kampung Baru karena salah satu murid yang tak lain anak kandungnya bisa tembus kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga - Iskandar mewaki Bupati Majene mengatakan, amanah yang dia bawakan adalah amanah dari Bupati Majene Fahmi Massiara karena tidak dapat hadir.

"Disinggung soal zonasi seperti yang dikatakan Ketua Cabang PGRI Kecamatan Banggae, telah berlaku sejak tahun 2016 silam," katanya.

Sistem zonasi peserta didik baru, bertujuan untuk pemerataan sebaran pendidikan.

"Sistem pendidikan tidak boleh membeda-bedakan makanya dibuat zonasi supaya memberi keadilan kepada siswa," kata Iskandar.

Namun ia mengaku sistem zonasi yang diterapkan di Majene hingga saat ini belum ada gejolak yang berarti.

(akbar)







BERITA LAINNYA

MAJENE 5970367148544520594

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item