MAPIA Ajak Calon Pengantin Tanam Pohon
![]() |
| Calon pengantin, Syamsuddin, menanam bibit pohon aren pada peluncuran program Catin Tanam Pohon di Desa Ongko, Kecamatan Campalagian. |
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Ongko beserta jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan pada awal Juni mendatang, Syamsuddin.
Direktur MAPIA, Trisno Apri Nugroho, mengatakan ribuan pasangan yang melangsungkan pernikahan setiap tahun di Polewali Mandar dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung gerakan penghijauan.
Menurutnya, momentum pernikahan dapat dimanfaatkan untuk mendorong kesadaran lingkungan melalui penanaman pohon produktif.
“Bayangkan jika setiap calon pengantin menanam satu pohon yang dirawat dengan baik. Dalam beberapa tahun ke depan, lingkungan kita akan menjadi lebih hijau, asri, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
MAPIA memilih calon pengantin sebagai sasaran program karena menilai pernikahan dapat menjadi momentum membangun komitmen baru, baik dalam kehidupan keluarga maupun kepedulian terhadap lingkungan.
Program ini memprioritaskan penanaman tanaman produktif yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomi. Pada peluncuran perdana, pohon aren dipilih sebagai tanaman utama.
“Aren mampu menyerap karbon dioksida, memiliki nilai ekonomi melalui produksi nira yang dapat diolah menjadi gula, serta memiliki akar serabut yang kuat untuk membantu mencegah erosi, abrasi, dan longsor,” jelas Apri.
Selain aren, MAPIA juga mendorong penanaman kopi dan nangka sebagai bagian dari program penghijauan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Desa Ongko, Sahariah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan kehidupan sosial masyarakat memiliki dampak positif yang besar bagi desa.
“Kami mendukung penuh program ini. Selain memberikan manfaat lingkungan, kegiatan seperti ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tanaman yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Syamsuddin selaku calon pengantin yang terlibat dalam peluncuran program mengaku bangga dapat menjadi pasangan pertama yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami merasa terhormat dilibatkan dalam program ini. Menanam pohon sebelum menikah menjadi simbol harapan dan cinta yang akan tumbuh bersama keluarga yang kami bangun,” tuturnya.
MAPIA berharap program Catin Tanam Pohon dapat diperluas melalui dukungan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, MAPIA juga mendorong agar materi tentang pelestarian lingkungan dan ekoteologi dapat diperkuat dalam kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. (*)
